kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sensasi rasa andaliman di roti dan banderek (2)


Sabtu, 15 Februari 2020 / 10:05 WIB
Sensasi rasa andaliman di roti dan banderek (2)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Andaliman kini tidak cuma ada di ragam masakan khas Tapanuli, seperti ikan arsik, na niura atau ayam napinandar. Rasa mangitir alias campuran rasa getir pahit namun berbalut aroma segar  dari buah yang lazim disebut merica batak tersebut juga sudah tersaji di beberapa makanan dan minuman. 

Seperti yang sudah dilakoni oleh Marandus Sirait. Untuk menyiasati kelebihan pasokan andaliman di wilayahnya di Danau Toba, ia sudah membuat beragam produk dengan bahan baku dari andaliman. Kebetulan, Marandus sudah melakukan budidaya andaliman sejak tahun 2005.
 
Selain dirinya, pasokan andaliman juga berasal dari warga di sekitar Danau Toba. Sayang, ia tidak merinci jumlah pasti hasil andaliman saat panen. Yang pasti, untuk bisa menghasilkan satu ton andaliman kering membutuhkan sebanyak lima ton andaliman basah. 
Andaliman kering ini ia manfaatkan untuk membuat bumbu kering andaliman. Selain itu, untuk mengoptimalkan bahan baku andaliman, ia memanfaatkannya sebagai salah satu bahan baku racikan resep dalam pembuatan roti ketawa andaliman.  Roti khas Batak yang mirip onde-onde yang digoreng itu menggunakan bumbu andaliman.
Mulai beragamnya produk berbahan baku andaliman, membuat permintaannya terus berkembang. Tak cuma berasal dari wilayah sekitar Danau Toba dan Sumatra Utara saja, tapi juga wilayah lainnya. 
 
Bahkan, ada juga permintaan dari luar negeri. "Kalau untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri masih belum bisa dipenuhi karena stoknya memang masih kurang," katanya kepada KONTAN.
 
Rencana berikutnya yang bakal Marandus lakukan adalah membuat kopi andaliman. Sayang, ia tidak merinci lebih lanjut soal kopi andaliman ini. Soalnya masih terus menjalani ujicoba untuk bisa menemukan rasa yang pas.
 
Sambil jalan dirinya bakal memulai pasarkan ragam produk andaliman lewat jalur marketplace. Tujuannya supaya andaliman semakin dikenal luas. Selain itu juga mengikuti pameran dengan menggandeng Asosiasi UMKM Tobasa di daerah tempat tinggalnya.
 
Tak mau kalah, Jojor Jery Jeremias Lumban Gaol yang sudah memproduksi bandrek andaliman dengan label Bandal juga berencana mengembangkan produk minuman lainnya yang memakai merica batak. Rencananya, ia akan membuat teh andaliman.
 
Lantaran masih tahap riset, Gery sapaan akrabnya belum mau membocorkan produk teh andaliman. Yang pasti, beragam produk makanan dan minuman yang memanfaatkan andaliman sudah bisa diterima oleh masyarakat luas, dan bisa juga sampai pasar ekspor.
 
Sambil jalan, Gery berencana memperbanyak kapasitas produksi bandrek andaliman. Ia pun mengundang mitra atau investor yang mau bekerjasama dengannya untuk mengembangkan banderek andaliman. "Saya ingin punya mesin kemasan apalagi Danau Toba sudah menjadi destinasi super prioritas dan bisa jadi oleh-oleh khas," katanya kepada KONTAN.
 
Harapan lainnya, ada  peran pemerintah dalam menjaga harga andaliman supaya tetap stabil.    
 
(Selesai)




TERBARU

Close [X]
×