kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sentra Ikan Hias Cirebon: Berdiri sejak 1980 (1)


Kamis, 07 Februari 2013 / 17:15 WIB
Sentra Ikan Hias Cirebon: Berdiri sejak 1980 (1)

Sumber: Kontan 7/2/2013 | Editor: Havid Vebri

Para pecinta ikan hias di kawasan Cirebon dan sekitarnya tentu tidak asing lagi dengan sentra penjualan ikan hias di Pasar Kanoman, Cirebon. Sentra ikan hias ini telah berdiri sejak tahun 1980-an dan terus berkembang hingga saat ini.

Selain menjual aneka ikan hias, tempat ini juga juga menyediakan beragam perlengkapan memelihara ikan, seperti aquarium. Selain itu, dijual juga pelbagai alat pancing.

Akses menuju Pasar Kanoman ini tidak terlalu sulit. Anda tinggal menuju ke arah Keraton Kanoman. Jika bergerak dari arah Jalan Siliwangi, tinggal terus saja menyusuri jalan tersebut.

Sampai di ujung jalan lalu belok ke kiri masuk ke Jalan Kanoman. Letak pasar ini berada persis di sebelah keraton.
Pasar ini mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00  WIB.

"Sejak awal  pasar berdiri, kami buka pagi tutup sore hari," kata Subarjo, salah seorang pedagang ikan hias yang sudah berjualan di Pasar Kanoman sejak 20 tahun silam.

Sentra ikan ini terbagi dua. Ada yang menempati kawasan bagian luar. Pedagang yang mangkal di bagian luar ini langsung terlihat dari akses jalan besar.

Namun, ada juga yang berjualan di lorong-lorong pasar di bagian dalam. Total pedagang ikan hias di pasar ini mencapai sekitar 20 orang. Subarjo termasuk pedagang yang menempati bagian dalam pasar.

Subarjo menjual aneka ikan hias, mulai dari cupang koi, lohan, hingga ikan aligator. Selain ikan hias, ia juga menjual ikan yang lazim untuk dikonsumsi, seperti ikan lele, patin, dan bawal. Hewan lain yang dijualnya adalah kura-kura.

Menurut Subarjo, cukup banyak konsumen yang suka memelihara ikan tersebut. "Misalnya, banyak juga yang suka memelihara ikan lele bangkok atau lele Thailand," tutur Subarjo.

Subarjo menjual ikan dengan harga mulai Rp 1.000 hingga Rp 300.000 per ekor. Paling mahal ikan lohan yang berusia sekitar dua tahun.

Subarjo juga menyediakan perlengkapan memelihara ikan, seperti aquarium dan pakan. "Alat pancing juga saya sediakan," katanya.Semua perlengkapan itu dijualnya karena banyak konsumen membutuhkannya. Subarjo bilang, omzetnya dari berjualan ikan dan perlengkapannya ini mencapai sekitar Rp 15 juta hingga Rp 25 juta per bulan.

Pedagang lainnya, Irwan  juga menyediakan perlengkapan memelihara ikan, seperti pelet, tanaman air, aquarium, saringan, bebatuan, dan sebagainya.

Koleksi ikan hias Irwan meliputi koki, koi, hingga arwana. Ikan paling murah dibanderol seharga Rp 3.000. "Paling mahal arwana, harganya bisa sampai Rp 15 juta per ekor," ujar Irwan.

Sama halnya Subarjo, Irwan juga menjual kura-kura dengan kisaran harga mulai Rp 15.000 hingga Rp 30.000. Dalam sebulan, ia bisa menjual hingga puluhan ekor ikan hias. Omzet yang dikantongi mencapai sekitar Rp 40 juta per bulan.    

(Bersambung)



TERBARU
Terpopuler

[X]
×