kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Sentra Tenun Ikat Jepara: Diminati hingga Bali (1)


Selasa, 02 Oktober 2012 / 19:28 WIB
ILUSTRASI. Foto aerial Patung Suro dan Boyo berdiri megah di Taman Suroboyo, Kenjeran, Surabaya, Selasa (28/5). Cuaca besok di Jawa dan Bali cerah hingga hujan ringan, menurut prakiraan BMKG. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ


Sumber: Kontan 3/10/2012 | Editor: Havid Vebri

Selain kerajinan kayu ukir, Jepara juga memiliki kerajinan kain tenun ikat yang tak kalah cantik. Sentra kerajinan tenun ikat di Jepara bisa dijumpai di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Dari Semarang, kita bisa menempuhnya dalam waktu dua jam dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Desa Troso ini berada sekitar 15 kilometer sebelum pusat Kabupaten Jepara.

Begitu masuk ke kawasan sentra ini, kita bisa langsung menemukan jejeran kios yang memajang berbagai produk tenun ikat. Selain berfungsi sebagai showroom yang memajang produk, kios-kiosnya itu juga menjadi tempat produksi tenun ikat.

Aktivitas produksi kebanyakan dilakukan di belakang kios. Kholifah, pengelola Toko Lestari Indah bilang, sentra tenun ikat di desanya telah berdiri sejak tahun 1960-an.

Namun, awalnya, hanya ada dua perajin yang membuka toko atau showroom. Toko Lestari Indah termasuk showroom pertama yang berdiri di desa ini. "Baru lima tahun terakhir ini para perajin lainnya turut mendirikan showroom," ujarnya.

Hingga saat ini, terdapat 15 showroom di Desa Troso. Namun, jumlah pengrajinnya sendiri mencapai ratusan. Berdirinya tempat memajang produk itu menambah semarak sentra tenun ikat Troso.

Produk yang ditawarkan di tiap showroom hampir sama. Yakni, bahan baju dari tenun ikat, selimut, taplak meja, sarung bantal, jok mebel, dan baju seragam untuk pegawai.

Harganya bervariasi, mulai Rp 50.000 per potong hingga Rp 600.000 per potong. Pendapatan showroom tenun ikat di desa ini tergolong tinggi. Omzet Lestari Indah, misalnya, mencapai Rp 100 juta per bulan. "Dalam sehari kami bisa menjual minimal 10 potong pakaian atau kain tenun," kata Kholifah.

Sementara Suyoto, pengelola toko Tunas Harapan mengaku, bisa memperoleh omzet hingga Rp 200 juta dalam sebulan. Selama ini, ia lebih banyak mengandalkan pengiriman produk ke Bali.

Ahmad Syaifudin, pemilik toko Citra Legowo juga banyak memasarkan produknya ke Bali. Penjualan di showroom, kata dia, hanya sekitar 30% dari total omzet. “Total omzet showrrom kami mencapai Rp 90 juta,” terangnya.       

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×