kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sepatu trendi dari kulit ayam ceker (bagian 2)


Sabtu, 23 November 2019 / 11:20 WIB
Sepatu trendi dari kulit ayam ceker (bagian 2)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasti Anda akan terkesima dengan sepatu berlabel Hirka. Sepatu besutan Nurman Farieka Ramdhany ini kalau dilihat sepintas, sama seperti sepatu lainnya, yakni terbuat dari kulit hewan. Yang menjadi spesial dari produk sepatu ini adalah bahan baku kulit sepatu yang dipakai. Bukan dari kulit sapi atau binatang melata, tapi kulit ayam, tepatnya kulit ceker (kaki) ayam.

Untuk bisa membuat sepatu kulit dari ceker ayam tersebut, memang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Sebelum membuat sepatu tersebut, dirinya harus melakukan riset yang panjang selama dua tahun. Selain itu ia menimba pengetahuan penyamakan kulit dari sang ayah, Nurman akhirnya bisa mewujudkan produk sepatu unik tersebut. Produk perdana yang ia buat adalah sepatu kanvas.

Baca Juga: Industri tekstil dan alas kaki sumbang US$ 19 miliar ekspor nasional

Usaha yang dimulai sejak 2015 dan beroperasi pada 2017 ini terus berkembang. Boleh dibilang dirinya hingga saat ini adalah perintis pembuat sepatu dari kulit ceker ayam. Ada dua jenis produk sepatu yang ia buat, yakni model sepatu formal dan casual.

Baca Juga: BIsnis alas kaki Kara & Putri beromzet ratusan juta

Tak heran hingga detik ini, label sepatu Hirka belum ada lawan tanding alias kompetitor. Meski begitu, dirinya sangat terbuka jika ada pemain lainnya yang mengikuti caranya yakni membuat sepatu dari kulit ceker.

Ia prediksi, para pesaing bakal meramaikan pasar sepatu kulit ceker antara dua tahun sampai tiga tahun mendatang. "Kami senang kalau ada kompetitor, ini untuk mempermudah edukasi pembuatan sepatu tersebut serta pasar," katanya kepada KONTAN.

Ia mengaku terbuka jika ada pihak lain atau individu yang ingin belajar memproduksi sepatu kulit ceker. Harapannya, dengan makin banyaknya pemain di sektor ini tentu  pasar dari produk ini semakin berkembang.

Maklum, pasar produk Hirka saat ini tidak cuma berkutat di pasar dalam negeri saja, tapi juga sudah menyasar mancanegara. Seperti Singapura hingga Kairo, Mesir. Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya pemasaran secara online yang sudah ia lakoni lewat media sosial Instagram.

Sayang, hingga saat ini, Hirka tidak bisa memenuhi permintaan sepatu kulit ceker ini secara masal. Maklum kapasitas produksinya masih terbatas. Sebetulnya dirinya sudah mengakali dengan meminta bantuan vendor untuk menyelesaikan sebagian produksi. Hingga saat ini dirinya cuma punya empat pekerja saja.

Kerjasama dengan vendor tersebut membuahkan hasil. Kalau sebelumnya biasanya jumlah produksi Hirka cuma sampai 40 pasang sepatu saja per bulannya, kini secara perlahan tengah dicoba untuk mendongkrak kapasitas produksi. "Kami coba bisa mencapai 500 pasang sepatu tipe casual dan 100 pasang sepatu formal per bulannya," paparnya.

Melihat hasil yang positif tersebut, Nurman berencana untuk terus melakukan ekspansi bisnis. Misalnya menambah kapasitas produksi. Targetnya adalah bisa mencapai 600 pasang sepatu saban bulannya.

Caranya dengan mencari lagi tambahan vendor yang tepat, serta  tambahan mesin produksi. Tujuanya untuk mengubah tipe produksi dari pesanan menjadi siap jual.

Ekspansi bisnis lain yang tidak kalah penting adalah menambah gerai penjualan yang baru ada satu di Bandung. Kemudian juga menambah variasi produk, tidak cuma sepatu tapi juga dompet dan tempat paspor dari kulit ceker yang segera dimulai tahun depan.

Pengamat usaha Djoko Kurniawan menilai ide membuat sepatu dengan bahan kulit kaki ayam sangat positif. Tinggal bagaimana upaya dari si pembuat melakukan promosi supaya produk ini dilirik pasar.      

(Selesai)




TERBARU

×