kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

ShopBack raih pendanaan lanjutan senilai US$ 75 juta


Jumat, 13 Maret 2020 / 15:38 WIB
ShopBack raih pendanaan lanjutan senilai US$ 75 juta
ILUSTRASI. Pengunjung mencoba mendapatkan uang lebaran dari Shopback di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (24/5/2018). Kegiatan ini merupakan program kampanye lebaran Shopback, platform gaya hidup yang mendukung masyarakat untuk dapat belanja online se

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurator e-commerce dan aplikasi cashback ShopBack mengumumkan penutupan putaran pendanaan lanjutan yang dipimpin oleh Temasek, dengan partisipasi dari investor sebelumnya termasuk Rakuten, EDBI, EV Growth, Cornerstone Ventures, dan 33 Capital. Tambahan dana ini menghasilkan total pendanaan ShopBack pada putaran ini menjadi US$ 75 juta atau setara dengan Rp 1,09 triliun (kurs US$ 1 = Rp 14.632).

Pendanaan terbaru ini akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur teknologi, memperluas kemampuan penganalisaan data guna memberikan insight untuk bisnis baru, serta mendorong pertumbuhan di pasar-pasar utama ShopBack. Hingga saat ini, ShopBack telah meraih total pendanaan senilai US$ 113 juta sejak didirikan pada 2014.

Baca Juga: Smart Finance dapat kucuran kredit Rp 225 miliar dari dua bank

Saat ini, ShopBack telah memiliki lebih dari 19 juta pengguna di 7 pasar Asia Pasifik meliputi Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Taiwan dan Australia. ShopBack memberikan pengguna rewards berupa cashback dari berbagai jenis kategori produk, termasuk barang dagangan umum, travel booking, fesyen, kesehatan dan kecantikan, kebutuhan rumah tangga, serta pesan antar makanan.

Di Singapura, ShopBack juga memperluas layanan dengan menghadirkan ShopBack Go, platform rewards berbasis aplikasi yang memberikan cashback/rewards untuk transaksi yang dilakukan secara langsung/di tempat baik di restoran, tempat hiburan, maupun beragam pembelanjaan lainnya.

“Sebagai pelopor di sektor cashback rewards, ShopBack berada di posisi yang bagus dalam mengambil bagian dari ledakan belanja online,” ujar Henry Chan, CEO dan Co-Founder ShopBack dalam keterangan tertulis pada Jumat (13/3).

Lanjut Ia, inovasi produk serta fokus terhadap customer merupakan inti dari ShopBack. Ia bilang dengan pendanaan baru ini, Shopback akan mengembangkan fitur-fitur baru yang membantu pengguna untuk menghemat lebih banyak uang dan waktu dengan membuat keputusan belanja yang lebih cerdas.

Baca Juga: Catat! Pemerintah distribusikan Kartu Prakerja akhir Maret

Adapun ShopBack hadir di Indonesia di awal 2016. Selama empat tahun beroperasi di Indonesia, ShopBack mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Sampai saat ini, ShopBack Indonesia digunakan oleh lebih dari 6 juta pengguna.

Sementara itu, dalam membantu masyarakat berhemat saat berbelanja online, ShopBack Indonesia pun telah memberikan lebih dari Rp 146 miliar kepada pengguna. Di penghujung tahun 2019, rata-rata transaksi online melalui ShopBack meningkat hingga 8 kali per bulan.

“Pembelanjaan dan pemesanan online, baik di e-commerce maupun travel commerce sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Ditambah lagi, masyarakat Indonesia saat ini sudah terpapar dengan hadirnya berbagai macam rewards seperti cashback saat melakukan transaksi belanja. Dua hal ini meningkatkan kesempatan bagi ShopBack untuk dapat terus bertumbuh di Indonesia,” ujar Galuh Chandra Kirana, Country General Manager, ShopBack Indonesia.

Galuh menambahkan, semakin banyak pembelanjaan dan pemesanan online melalui ShopBack, semakin banyak cashback yang bisa didapatkan oleh pengguna. Lanjut Ia, Shopback akan terus mengedukasi masyarakat untuk berbelanja cerdas dan hemat melalui ShopBack.

Baca Juga: Pemerintah libatkan start-Up dalam kartu prakerja


Tag


TERBARU

Close [X]
×