CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Start up aplikasi kesehatan semakin sehat di masa pandemi corona berkat telemedicine


Sabtu, 07 Agustus 2021 / 10:15 WIB
Start up aplikasi kesehatan semakin sehat di masa pandemi corona berkat telemedicine


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi layanan kesehatan semakin sibuk di masa pandemi virus korona. Apalagi, setelah pemerintah menjalin kerjasama dengan 11 aplikasi layanan kesehatan alias start up untuk menangani pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) lewat program telemedicine.

Sebut saja, Milvik, aplikasi layanan kesehatan yang berbasis di Swedia. Menurut Wisnu Dharmawan, Presiden Direktur PT Milvik Indonesia,   orang yang memanfaatkan layanan konsultasi medis secara online alias telemedicine di Milvik cukup positif. Baik itu layanan konsultasi medis dengan tenaga kesehatan maupun obat bagi pasien Covid-19 yang melaksanakan isoman.

Layanan telemedicine itu, menurut Wisnu, merupakan bagian dari kerjasama Milvik dengan Kementerian Kesehatan. "Jadi, Milvik menanggung biaya layanan dokter, dan Kementerian Kesehatan menanggung biaya obat," katanya kepada KONTAN.

Baca Juga: Startup banjir suntikan dana dari modal ventura

Sayang, Wisnu tidak memerinci jumlah pasien yang sudah Milvik tangani. Para pasien Covid-19 yang menjalani isoman, dia menjelaskan, memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi Milvik, seperti  pop-up chat WhatsApp untuk konsultasi dokter. Ada juga layanan konsultasi dokter yang buka selama 24 jam.

Supaya bisa melayani semua permintaan konsultasi, Milvik menambah jumlah dokter. Namun, Wisnu tidak menyebut jumlahnya.

Sebelum menjalin kerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Milvik yang sudah beroperasi di 13 negara menyediakan ragam layanan kesehatan secara berbayar kepada para pengguna. Biaya langganan layanan platform ini sebesar Rp 49.000 per bulan.

"Sistem kami memang berlangganan, bukan membayar saat memakai layanan," ungkap Wisnu.

Dengan berlangganan, para pengguna Milvik bisa mendapatkan layanan kesehatan terpadu. Misalnya, konsultasi dokter secara online selama 24 jam untuk sekeluarga. Kemudian, ada pemberian obat gratis dan tes laboratorium. Ada juga santunan rawat inap gratis.

Baca Juga: Permudah akses obat terapi Covid-19, GoApotik gandeng ribuan apotek

Ke depan, Wisnua mengatakan, ada rencana dari Milvik untuk melantai di bursa saham Indonesia dalam beberapa tahun kelak.

Aplikasi kesehatan lain yang digandeng Kementerian Kesehatan di program telemedicine adalah Halodoc. Menurut Adeline Hindarto, Vice President Government Relation & Corporate Affairs Halodoc, saban hari pihaknya menyiagakan puluhan dokter untuk membantu konsultasi dan pemberian resep obat bagi para pasien Covid-19 yang isoman. "Kami lakukan selama 24 jam," ujarnya kepada KONTAN.

Sejak program telemedicine bagi pasien Covi-19 yang isoman meluncur pada 7 Juli lalu, hingga kini Halodoc sudah memberi layanan konsultasi dan pemberian resep obat bagi puluhan ribu pasien Covid-19.  Para pasien tersebar di Jabodetabek dan beberapa daerah di Pulau Jawa hingga Bali.

Sedang pengguna aktif Halodoc sudah mencapai 20 juta yang tersebar di hampir seluruh Indonesia.    

Selanjutnya: Kemenkes perluas layanan telemedicine bagi pasien COVID-19 ke kota-kota ini

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental THE FUTURE OF SELLING

[X]
×