kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45833,75   3,05   0.37%
  • EMAS945.000 0,53%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Start up digital wisata kini memberi layanan mengikuti kondisi pandemi


Sabtu, 03 Juli 2021 / 10:15 WIB
Start up digital wisata kini memberi layanan mengikuti kondisi pandemi

Reporter: Ratih Waseso, Siti Masitoh | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu sektor usaha yang terpukul di masa pandemi adalah pariwisata. Perusahaan juga startup perjalanan dan wisata jelas  ikut kena dampak. Terlebih, pemerintah menerapkan PPKM Darurat di wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Traveloka, misalnya. Menurut Reza Juniarshah, Head of Corporate Communications Traveloka, terjadi penurunan pemesanan tiket dan jasa wisata lainnya yang dicatatkan oleh  aplikasi perjalanan ini. Khususnya, penurunan pemesanan tiket pesawat. "Terjadi peningkatan refund dan reschedule," katanya kepada KONTAN, Jumat (2/7).

Sayang, Juniarsyah tidak memerinci lebih lanjut besaran penurunan yang terjadi. Yang jelas, penurunan pemesanan tersebut sudah berlangsung sebelum pemerintah menerapkan PPKM Darurat.

Untungnya, perjalanan domestik masih bisa beroperasi meski dengan syarat ketat, seperti menunjukkan kartu vaksin minimal sudah menerima dosis pertama. Untuk itu Traveloka sudah menyiapkan tim layanan konsumen untuk membantu informasi seputar perjalanan selama penerapan PPKM Darurat. "Kami mendukung kebijakan PPKM darurat untuk meredam pandemi korona," ujar Reza.

Baca Juga: Masih pandemi, Bobobox resmi membuka bisnis baru, hotel kabin untuk kemping

Tak cuma Traveloka, startup perjalanan dan wisata lainnya DigiTiket juga mengalami efek pandemi. Jika sebelum pandemi mereka bisa menerima 1.000 pemesanan, baik tiket pesawat atau jasa wisata lainnya, sekarang jumlahnya jauh berkurang.

Sebetulnya, "Pesanan sudah merangkak naik sejak Desember tahun lalu, meski masih belum sebaik sebelum pandemi," ungkap CEO DigiTiket Rizqi Mulyantara kepada KONTAN.

Startup yang beroperasi sejak 2017 tersebut kini lebih banyak mengandalkan layanan pemesanan tiket wisata virtual serta tiket event atau pameran, baik yang berlangsung online maupun offline. Selama pandemi, layanan tur virtual sudah dipesan sebanyak 50.000 pesanan. Kebanyakan pemesanan datang dari sekolah sebagai pengganti tur sekolah secara offline.

Dengan layanan tersebut, DigiTiket menargetkan bisa menjangkau 500.000 pengguna dan 500 mitra di akhir  2021. Sementara saat ini mereka sudah ada 130.000  pengguna dan 180 mitra.

Sedang Marvin Sulistio, Chief Marketing Officer Traxist Travel, di masa pandemi akan mengoptimalkan wisata ke negara yang tidak mem-blacklist Indonesia seperti Turki. Kemudian, mengoptimalkan wisata lokal, semisal Labuan Bajo dan berburu air terjun di Bali. Sambil berharap, pandemi bisa selesai dan bisnis wisata dapat melaju lagi.

Selanjutnya: Paper.id tawarkan solusi manajemen usaha dalam satu teknologi

 




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×