kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Startup ini bantu pertemukan analis dan investor pemula


Sabtu, 12 Desember 2020 / 21:30 WIB
Startup ini bantu pertemukan analis dan investor pemula


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan rintisan ( startup) teknologi, emiten.com, terus berupaya untuk membantu masyarakat Indonesia dalam berinvestasi di pasar saham di tengah peningkatan jumlah investor  saat ini. Perusahaan ini akan fokus meningkatkan pemikiran strategis para investor dalam setiap pengambilan keputusan, terutama investor pemula. 

Sepanjang tahun ini, jumlah investor pasar modal meningkat cukup signifikan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor hingga 19 November 2020 sudah mencapai 3,53 juta atau naik 42% dibandingkan akhir 2019. Khusus untuk investor saham telah mencapai 1,5 juta atau tumbuh 36,13% dari tahun lalu.

Para investor pemula membutuhkan panduan sebelum akhirnya melakukan transaksi agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Namun, saat ini banyak sekali analis dengan latarbelakang non keuangan yang masuk mengedukasi market dengan menggunakan social media atau endorse artis untuk memperbanyak volume perdagangan

Harvey Giri Pratama analis Emiten.com mengatakan, analis yang bersertifikasi dan integritas seringkali kalah pamor sehingga banyak trader pemula ikut ikutan belajar atau
bergabung dengan komunitas yang salah. Alhasil, pola pikir kaya cepat dengan volume besar tertanam di alam bawah sadar mereka. 

Oleh karena, dia menilai saat ini sangat pentingnya platform yang bisa membatasi komunikasi intens yang dapat mempengaruhi perasaan euforia,  sifat serakah, rasa takut, serta 
pengambilan keputusan membeli dan menjual dalam jumla lot yang besar. 

"Bagi investor/ trader pemula penting sekali untuk mengetahui alasan mengapa harus memilih saham A misalnya dibanding dengan saham B. Meskipun seumpama tidak langsung untung namun mereka bisa mendapatkan ilmu," kata Harvey dalam press rilisnya, Sabtu (12/12).

Baca Juga: Penyebab ekonomi Indonesia bakal masuk di zona positif pada kuartal I 2021

Emiten.com ini didirikan telah berdiri sejak tahun 2019 dengan visi menyediakan layanan kemudahan analisa bagi investor saham ke banyak negara, terutama di Asia Tenggara. Namun, fokus awalnya saat ini masih di Indonesia. 

Gloria Felicia, analis lain yang sudah bergabung dengan platform ini menambahkan, emiten.com hadir untuk sebagai platform yang bertujuan menjaga emosi analis maupun trader sehingga tidak melakukan tindakan serakah yang bisa berujung kerugian. Menurutnya, platform ini sangat bermanfaat bagi investor pemula.

Melalui aplikasi yang mudah digunakan, emiten.com bertindak sebagai jembatan digital antara analis dan penggunanya, menghubungkan praktisi analis saham berpengalaman
tersertifikasi dengan investor maupun trader/investor. Berbagai analisa dihadirkan setiap hari tergantung kondisi market dan peluang saham yang ada.

Guna meningkatkan penetrasi edukasi tentang pentingnya analis berkualitas dan cara memilih analis yang berkualitas, platform ini masih berencana memperpanjang  promo berlangganan di google playstore  Rp 199,000 per tahun hingga tahun 2021. Sudah banyak analis yang bergabung dengan startup ini. Adapula  Janar Dehantoro yang sudah malang melintang di pasar saham. 

Sebelumnya,  Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, mengatakan, meskipun kondisi pasar modal Indonesia saat ini mengalami tekanan dan belum kembali ke titik di masa sebelum pandemi tetapi jumlah investor mengalami pertumbuhan cukup signifikan tahun ini. Menurutnya, peningkatan tersebut justru membuktikan kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia masih terus meningkat.

Peningkatan jumlah investor di masa pandemi ini didominasi oleh investor domestik yang berumur di bawah 30 – 40 tahun (kaum milenial). Investor didominasi oleh laki-laki dengan persentase 61,14%, pegawai swasta 52,91%, lulusan sarjana 44,4%, dan memiliki penghasilan Rp 10-100 juta sebanyak 58,09%. Sementara berdasarkan domisili, investor Pasar Modal Indonesia sebagian besar berada di Pulau Jawa 72,23 %.

Selanjutnya: Perusahaan global berlomba mencari dana di tengah reli pasar saham

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×