kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45830,70   -7,12   -0.85%
  • EMAS940.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Startup kuliner multi-brand, Hangry raih pendanaan seri A Rp 188 miliar


Senin, 03 Mei 2021 / 14:56 WIB
Startup kuliner multi-brand, Hangry raih pendanaan seri A Rp 188 miliar
Start-up kuliner Hangry.

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan rintisan kuliner multi-brand, Hangry, mengumumkan pendanaan seri A sebesar US$ 13 juta atau setara dengan Rp 188 miliar yang
dipimpin Alpha JWC Ventures, dengan partisipasi dari Atlas Pacific Capital, SALT Ventures, dan Heyokha Brothers.

Melalui pendanaan terbaru ini, Hangry menargetkan ekspansi secara nasional pada tahun 2021 dan 2022. Hangry merupakan startup kuliner yang memiliki konsep cloud kitchen dan multi-brand.

Meskipun sempat mengalami tantangan di awal pandemi, Hangry mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan perekonomian serta pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah. Tahun lalu, Hangry membuka lebih dari 35 outlet dan tumbuh hingga 22 kali lipat hanya dalam kurun waktu satu tahun.

“Tidak banyak brand makanan dan minuman global yang memiliki sajian yang benar-benar berkualitas, pun yang berasal dari Indonesia. Ini yang menjadi cita-cita kami. Kami mulai dari sebuah ruko kecil dan akan terus berkembang ke kota-kota besar di Indonesia lalu ke negara-negara Asia Tenggara,” ungkap Abraham Viktor, Co-founder & CEO Hangry dalam siaran pers pada Senin (3/5).

Baca Juga: Ajaib raup pendanaan Seri A hingga US$ 90 Juta

Sebelumnya, Hangry menerima pendanaan institusional pertamanya sebesar US$ 3 juta atau Rp 43 miliar dari Alpha JWC Ventures dan Sequoia Capital melalui program akselerator Surge pada tahun 2020, dan tumbuh pesat sejak saat itu.

Melalui pendanaan Seri A ini, Hangry akan meneruskan misinya dengan melakukan ekspansi membangun lebih dari 120 outlet secara keseluruhan, dengan target meluncurkan 20 lebih restoran dine-in di tahun 2021.

Mengusung konsep bisnis multi-brand dan multi-channel, Hangry membawa banyak pilihan dengan berbagai jalan bagi konsumen. Abraham menambahkan, membuka restoran untuk makan di tempat memang sudah ada di dalam perencanaannya, hanya saja sempat ditunda karena pandemi.

"Tahun lalu kami memutuskan untuk fokus dengan konsep cloud kitchen dan hal ini telah menjadi kunci kesuksesan Hangry. Kini, masyarakat sudah mulai siap untuk kembali beraktivitas normal, termasuk untuk makan ke luar, dan ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan restoran Hangry,” jelas Abraham.

Eko Kurniadi, Partner di Alpha JWC Ventures menyebut, sebagai investor awal, yang telah dicapai Hangry sejauh ini membuktikan kepercayaan pihaknya pada mereka sejak awal. Dengan fokus pada pelanggan dan eksekusi yang efektif, Hangry dinilai selalu mengutamakan kesempurnaan dari segi rasa produk dan pengalaman layanan.

"Dalam kurun waktu 1,5 tahun, Hangry berhasil meluncurkan berbagai brand dengan ragam rasa dan kategori, dan hampir semuanya menjadi produk terbaik dengan peringkat teratas di berbagai platform, ini adalah contoh nyata dari inovasi berbasis product market fit. Ini hanyalah permulaan dari perjalanan Hangry untuk menjadi brand makanan dan minuman lokal teratas di Indonesia, dan kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini bersama mereka,” kata Eko.

Didirikan pada tahun 2019 oleh Abraham Viktor, Robin Tan, dan Andreas Resha, Hangry memiliki misi untuk menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman yang lezat, mudah didapat, dan dengan harga yang terjangkau. Dengan model bisnis yang ringkas dan teknologi terkini, Hangry dapat menghadirkan pilihan berkualitas dengan harga terjangkau bagi konsumen di daerah perkotaan Indonesia.

Saat ini, Hangry memiliki beberapa merek ternama dengan menu beragam, seperti Moon Chicken (ayam goreng ala Korea), San Gyu (masakan otentik Jepang), dan Ayam Koplo (ayam geprek dan berbagai hidangan ayam). Semua menu tersebut tersedia dengan harga terjangkau mulai dari Rp15.000 sampai dengan Rp70.000 per porsi.

Hangry juga telah meluncurkan aplikasi daringnya yang memungkinkan pelanggan memesan dari brand-brand Hangry dalam satu kali pesanan. Hangry memiliki ambisi besar untuk menjadi perusahaan kuliner global di tahun 2030, dimulai dengan menjadi perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia di tahun 2025.

 

Selanjutnya: Aplikasi Super raih pendanaan Seri B Rp 405 miliar yang dipimpin SoftBank Ventures

 




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×