kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45760,32   20,32   2.75%
  • EMAS1.009.000 0,70%
  • RD.SAHAM -1.08%
  • RD.CAMPURAN -0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Startup pencari kerja alami lonjakan pengguna di masa pandemi


Jumat, 28 Agustus 2020 / 15:32 WIB
Startup pencari kerja alami lonjakan pengguna di masa pandemi
ILUSTRASI. Pencari kerja melintasi salahsatu perusahaan yang membuka lowongan saat Pameran Bursa Kerja di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (3/12/2019). Bursa kerja untuk mengurangi angka pengangguran tersebut diikuti puluhan perusahaan nasional dengan menawarkan be

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jika dahulu perusahaan yang mencari tenaga kerja melakukan proses rekrutmen secara penuh sendiri, kini dengan majunya teknologi muncul platform yang jadi wadah para pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan dan perusahaan dalam merekrut calon karyawannya.

Si pencari kerja cukup memasukan lamaran pekerjaannya secara digital sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Serta perusahaan yang terdaftar di platform tersebut secara otomatis sudah mendapatkan kandidat calon karyawan dari memasang iklan atau informasi akan posisi yang sedang dibutuhkan.

Adanya platform yang memberikan informasi lowongan pekerjaan, membuat saat ini jarang sekali ditemukan informasi posisi pekerjaan yang dipajang secara konvensional. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini dimana banyak terjadi efisiensi di banyak perusahaan, bagaimana kondisi platform pencari kerja?

Baca Juga: Strategi Kementerian PUPR jalankan program di tengah pandemi

CEO TopKarir, Bayu Janitra Wirjoatmodjo menyebut pada awal pandemi tepatnya bulan Maret hingga Mei terjadi penurunan informasi lapangan kerja di TopKarir. Penurunan drastis terjadi dimana hanya 12.000 lowongan tersedia dalam sehari. Padahal sebelum pandemi saban harinya di TopKarir ada 35.000 - 36.000 lowongan tersedia.

"Kita coba analisa disana ternyata yang ngedrop itu ada dua industri yang bener-bener drop-nya luar biasa. Dua industri itu ialah salah satu area yang kita memang strong, yaitu manufaktur dan juga hospitality," jelas Bayu saat Virtual Editor Luncheon, pada Kamis (27/8).

Sementara itu ada sektor usaha yang terjadi peningkatan permintaan lowongan. Diana Tanu, COO TopKarir menyebut industri Information Technology (IT) jadi sektor jawara saat pandemi untuk permintaan calon tenaga kerja. Hal itu tak mengherankan lantaran di masa pandemi pola bekerja berubah menjadi Work From Home (WFH) yang mengandalkan digitalisasi dalam proses bekerja, dimana membuat permintaan akan layanan internet melonjak.

"Internet service provider mintanya naik banget bahkan ada beberapa klien mitra baru di kita. Industri yang tegar itu IT company yang banyak permintaan (lowongan)," imbuh Diana.

Meski sempat alami penurunan informasi ketersediaan lowogan pekerjaan saat awal pandemi, namun pada bulan Juni lalu ada peningkatan 50%. Sayangnya, pada bulan Juli saat banyak perusahaan kembali mengerjakan karyawannya di kantor dan kembali ada peningkatan kasus Covid-19, angka rekrutmen atau ketersediaan lowongan pekerjaan kembali turun.

Saat pandemi pekerjaan dengan posisi sebagai analisis data, digital marketing, penjualan, pemasaran, pelayanan menjadi spesifikasi yang tinggi di TopKarir. Bukan hanya itu saat pandemi banyak perusahaan yang menginginkan calon karyawannya memiliki kemampuan multitasking.

Baca Juga: Sama-sama bahasa Inggris, ini perbedaan British dan American English

"Semoga Agustus sudah bisa menyentuh lagi seperti diangka Juni. semoga Agustus kemudian September bisa bertumbuh lagi," kata Bayu.

Saat ini tercatat ada sekitar 60.000 mitra perusahaan di TopKarir, dengan rincian sebesar 20% nya merupakan perusahaan menengah dan besar. Kemudian sisanya ialah mitra yang berasal dari perusahaan kecil dan menengah.



TERBARU

[X]
×