kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45835,01   4,31   0.52%
  • EMAS940.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Strategi bisnis kedai kopi bertahan di tengah pandemi Covid-19


Sabtu, 12 Juni 2021 / 13:50 WIB
Strategi bisnis kedai kopi bertahan di tengah pandemi Covid-19

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID -

 JAKARTA. Pandemi membuat transformasi digital sektor industri dan UMKM semakin cepat. Termasuk juga usaha kedai kopi yang sebelum pandemi naik daun pamornya.

Namun sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, sektor food and beverage terpukul dengan adanya aturan di rumah saja saat itu. Kini perlahan aktivitas masyarakat mulai kembali meski di tengah pembatasan.

Sama seperti aktivitas masyarakat yang mulai berjalan, kedai kopi kini juga mulai perlahan bangkit kembali.

Arif Rahmat pemilik brand Kopitani asal Makassar yang mengusung konsep warkop pintar menceritakan di awal pandemi usahanya sempat mengalami penurunan omzet 30%. Kini di tahun 2021 Kopitani mulai perlahan menunjukkan kenaikan penjualan.

Baca Juga: Menu terbaru dari promo Kopi Janji Jiwa 19 Mei-18 Juni 2021 sudah bisa didapatkan

"30% kita awal pandemi itu turun tapi sekarang sudah mulai naik lagi. Sekarang kita bisa jual rata-rata tiap outlet itu minimal 30 cup sehari. Pas awal pandemi itu malah sampai 10 cup. Awal banget pandemi itu yang orang-orang semuanya di rumah aja," cerita Arif kepada Kontan.co.id.

Digitalisasi jadi salah satu strategi Kopitani bisa bertahan hingga saat ini. Arif memanfaatkan jasa transportasi online untuk pemesanan makanan dan minuman.

Promo-promo menu Kopitani juga tak lepas dari strategi menggaet konsumen kembali. Tak hanya itu, menu baru juga setiap bulan selalu diluncurkan Kopitani.

"Kita perkuat penjualan online pastinya, kita buat lebih gencar di ojol dan juga kurir-kurir lokal di daerah. Kita lebih ke fokus ke digital marketing," imbuhnya.

Meski kini getol memasarkan lewat online, penjualan Kopitani masih didominasi secara offline, yaitu 65% penjualan offline dan sisanya 35% online. Pada tahun 2019 saat diwawancarai Kontan.co.id, Kopitani baru memiliki empat outlet di Makassar. Kini Arif menyebut Kopitani telah memiliki 37 outlet.

"Outlet lebih banyak di Indonesia Timur di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Ambon Maluku, Papua dan juga ada di Papua Barat," ungkapnya.




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×