kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.450
  • EMAS665.000 -0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Tak henti menggeprek cuan ayam geprek

Minggu, 06 Januari 2019 / 07:55 WIB

Tak henti menggeprek cuan ayam geprek

KONTAN.CO.ID - Ayam geprek masih menjadi tren kuliner olahan ayam. Jumlah penggemar yang terus bertambah membuat arus bisnis ayam geprek makin deras. Tak heran jika ayam geprek hingga saat ini masih punya magnet kuat untuk menarik pelaku usaha.

Melihat potensinya yang masih bagus, Bhakti Desta Alamsyah mendirikan Ayam Geprek Mek Prek pada 2016 lalu dan langsung menawarkan kemitraan. "Saat ini sudah ada 4 gerai mitra di Bandung," jelasnya.

Calon mitra harus menyiapkan modal sebesar Rp 100 juta jika ingin membuka gerai Ayam Geprek Mek Prek. Dengan modal tersebut, mitra bakal mendapatkan fasilitas kerjasama selama 5 tahun, peralatan usaha, booth konsep kontainer, kemasan, marketing, pelatihan karyawan dan bahan baku awal.

Selain itu, mitra harus menyiapkan tempat usaha usaha seluas minimal 20 m² . Namun jika calon mitra memiliki tempat yang lebih luas akan lebih bagus.

Ayam Geprek Mek Prek menawarkan menu ayam geprek dengan aneka topping dan sambal. Menunya antara lain ayam geprek original, ayam geprek mozzarella, ayam geprek saus keju, ayam geprek telur dadar, ayam geprek telur ceplok, ayam geprek salad, dan sebagainya. Pilihan sambalnya, geprek original dan sambal matah. Aneka menu tersebut dibanderol mulai Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per porsi.

"Konsep kami ini self service, mirip seperti di warteg. Hanya bedanya, gerai kami bentuknya kontainer. Pembeli datang, lalu mereka tinggal tunjuk menu yang tersedia. Potongan ayam disediakan juga beragam, ada dada, paha, dan sayap," jelas Bhakti.  

Setiap gerai diperkirakan bisa mengantongi omzet sekitar Rp 30 juta sampai Rp 40 juta. Dengan perhitungan tersebut, mitra diperkirakan mencapai balik modal sekitar 6 - 12 bulan. Pusat tak menarik biaya royalti sebelum mitra balik modal. Namun, saat sudah balik modal, dikenakan biaya royalti 5% dari omzet.

Selain itu, mitra juga wajib membeli bahan baku berupa bumbu dan tepung dari pusat.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit mengatakan, olahan ayam geprek menjadi salah satu kuliner yang cukup populer saat ini. Potensinya pun masih baik lantaran penggemar kuliner ayam geprek juga banyak, meski pelaku usaha terus bermunculan.

Namun, banyaknya tawaran kemitraan bisnis ayam geprek membuat persaingan makin ketat. Levita menyarankan agar para pelaku usaha segera membuat inovasi menu yang berbeda, sebelum pasar menjadi jenuh. "Kalau pasar pasti masih ada, tapi tawaran kemitraannya banyak. Harus ada menu yang beda dari yang sudah ada," ujarnya.       

Ayam Geprek Mek Prek
Apartemen Gateway Cicadas
Jl. Ahmad Yani No. 669
Blok Emerald barat LG B11
Bandung, Jawa Barat
HP. 08122488881


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0509 || diagnostic_web = 0.3358

Close [X]
×