kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tanamera Coffee memperluas pasar kopi hingga mancanegara


Sabtu, 14 Desember 2019 / 14:05 WIB
Tanamera Coffee memperluas pasar kopi hingga mancanegara

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak ada yang meragukan kualitas kopi dari Indonesia. Mulai dari warga lokal hingga warga asing menyukai ragam kopi khas Nusantara. Inilah yang membuat bisnis kopi begitu harum di negeri ini hingga kini. Mulai dari petani kopi hingga pebisnis kedai kopi, termasuk juga pebisnis dan produsen kopi seperti Tanamera Coffee.

Belum lama ini, perusahaan penyedia ragam biji kopi Nusantara tersebut mengekspor ragam kopi arabika lokal (single origin) ke pasar Rusia. Nilainya lumayan besar yakni 19,2 ton yang setara Rp 2 miliar. "Sekitar 2% dari  total impor kopi di Rusia berasal dari Indonesia. Jadi Rusia merupakan salah satu pasar potensial," tutur Dini Ariyani Criddle, pemilik dan pendiri Tanamera Coffee Indonesia belum lama ini.

Adapun jenis kopi yang dikirim berasal dari berbagai daerah seperti Gayo wet hulled, Gayo natural, Kerinci natural, Toraja semi washed,  Central Java honey, North Malabar washed, Bali semi washed dan Bali fully washed. "Yang dikirim ke Rusia, semuanya kualitas grade satu," ungkapnya.

Baca Juga: Promosi kopi dan teh unggulan, Indonesia gelar 24 hours coffee & tea bar di LA

Tahun depan, rencananya Tanamera juga akan melakukan ekspor kopi lagi ke negara tersebut. Jumlahnya pun makin banyak. Yakni ada delapan kontainer, rinciannya satu kontainer berisi 19,2 ton biji kopi.

Baca Juga: Suka kopi? Mandiri hadirkan Jakarta Coffee Week

Hasil tersebut berkat keikutsertakan Tanamera Coffee di ajang Festival Kopi Rusia pada bulan Oktober 2019 lalu, dan langsung mendapat hasil positif.

Baca Juga: 5 kedai kopi di Jakarta yang lagi ngehits

Sedangkan kopi yang didapat Tanamera Coffee berasal dari para petani kopi langsung. Selain itu juga ada dari petani kopi binaan yang ada di Bali. "Petani kopi di Bali sudah mandiri sekarang dan sudah bisa kami lepas (soal pembibitan dan pemilihan biji kopi)," tuturnya lebih lanjut.

Untuk bisa mendapatkan biji kopi mentah (green bean) pilihan, terutama yang matang, tim Tanamera langsung bertandang ke perkebunan kopi para petani. Tujuannya untuk memastikan kualitas dari biji kopi tersebut. 

Tampaknya, pencarian biji kopi berkualitas bakal terus tim Tanamera Coffee lakukan. Mulai tahun depan, pihaknya bakal memperluas pembinaan ke para petani kopi. Ada dua wilayah yang jadi incaran, yakni Toraja dan Flores. Sayang, Dini tidak merinci target jumlah petani kopi binaannya, termasuk juga jumlah petani binaan untuk saat ini. 

Yang jelas pembinaan yang akan ia lakukan adalah upaya untuk mendongkrak produksi biji kopi di lahan perkebunan kopi di sana. Soalnya, masih ada petani yang punya satu hektare lahan tapi cuma menghasilkan 300 kilogram biji kopi saja sekali panen.

Tanamera Coffee memang merasa perlu mengoptimalkan jumlah produksi kopi para petani. Langkah ini penting untuk bisa mengimbangi rencana ekspansi bisnis selanjutnya dari perusahaan ini. Yakni memperluas pasar ekspor  di Malaysia tahun depan. Tak hanya itu, Tanamera juga bakal membuka gerai di sana. Saat ini, Tanamera punya 16 gerai penjualan kopi.             

 




TERBARU

Close [X]
×