kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Tawaran kemitraan kedai kopi masih terus berdatangan


Sabtu, 07 September 2019 / 09:10 WIB

Tawaran kemitraan kedai kopi masih terus berdatangan
ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan bisnis kedai kopi seolah tiada henti. Para pemain anyar terus saja bermunculan dan sudah barang tentu menawarkan rasa dan suasana kedai yang berbeda dengan lainnya.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah penggemar kopi makin meruyak. Tidak cuma golongan dewasa saja tapi juga kaum muda alias milenial. "Jadi bisnis kopi masih sangat bagus dan bisa terus berkembang," sahut Gilbert Tany, salah satu pebisnis kedai kopi dengan label Kedai Lokl kepada KONTAN.

Baca Juga: Ada lagi pesaing baru di bisnis kedai kopi yakni Kopi Molo

Ia memulai bisnis kedai kopi pada Februari 2019. Laiknya pebisnis kedai kopi lainnya yang menggunakan kemitraan usaha untuk ekspansi bisnis, cara ini juga dipakai oleh Gilbert. Saat awal beroperasi, ia juga sekalian menawarkan kemitraan usaha.

Hingga kini, ia sudah mempunyai dua kedai kopi pribadi di Jakarta. Sedangkan gerai milik mitra sudah ada 14 Kedai Lokl yang tersebar di sejumlah lokasi di Jakarta, Bekasi hingga Pontianak. Biasanya lokasi gerai ada di pusat  belanja, ruko hingga pinggir jalan.

Baca Juga: Persaingan Bisnis Kedai Kopi di Gerai-Gerai Ritel Semakin Meluas

Sampai dengan akhir tahun ini, Gilbert mematok target gerai Kedai Lokl milik mitra bisa mencapai 30 unit. Ia optimistis bahwa target tersebut bisa tercapai. Apalagi ia sudah menjalin kerjasama dengan perusahan transportasi online untuk urusan pesan antar.

Kalau Anda tertarik, Kedai Lokl menawarkan dua paket investasi yakni Rp 40 juta dan Rp 50 juta. Mitra akan mendapat sejumlah fasilitas dari pusat. Mulai dari lisensi merek selama lima tahun, peralatan dan perlengkapan usaha, promosi, pelatihan karyawan, booth, hingga bahan baku awal.

Untuk  paket Rp 40 juta mendapat bahan baku awal setara 1.000 cup, yang paket Rp 50 juta sebanyak 2.000 cup. Oh iya, mitra juga akan dikenakan biaya royalti sebesar Rp 1 juta per bulan.

Saat beroperasi, kedai ini menawarkan 23 varian menu minuman kopi dan non kopi dengan harga Rp 13.000 per cup sampai Rp 28.000 per cup. Mulai dari es kopi susu, es kopi cokelat, es kopi susu gula aren, es kopi susu aja serta menu non  kopi seperti es teh mango, es teh lychee, es susu matcha, es susu bubble gula aren dan yang lainnya.  "Selain itu juga ada tambahan topping dengan harga Rp 4.000," tuturnya.

Baca Juga: Starbucks akan tambah 25 gerai di sisa tahun ini

Dengan sarana dan prasarana tersebut, Gilbert menargetkan mitra bisa balik modal antara tiga bulan sampai delapan bulan. Syaratnya adalah bisa memenuhi target penjualan 100 cup per hari yang setara Rp 1,5 juta per hari.

Pengamat waralaba dari Proverb Consulting, Erwin Halim menilai bisnis kedai kopi masih menjanjikan. Namun para calon mitra perlu mengetahui lebih lanjut soal kopi, termasuk juga cara penyajian dan membuat kedai kopi yang unik. "Tujuannya untuk meningkatkan permintaan dan pelanggan," tuturnya.

Ada satu faktor lagi yang tidak boleh ditinggalkan para pebisnis kedai kopi. Yaitu lokasi kedai kopi yang harus strategis dan gampang terjangkau dari ragam arah supaya tidak menyulitkan konsumen datang.    

Kedai Lokl
Jl Hibrida Raya Blok PE 10 No 22 Kelapa Gading Jakarta Utara
Hp: 081585502741


Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon


Close [X]
×