kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.991   56,09   0,71%
  • KOMPAS100 1.128   11,36   1,02%
  • LQ45 818   2,79   0,34%
  • ISSI 282   4,00   1,44%
  • IDX30 426   -0,28   -0,07%
  • IDXHIDIV20 512   -3,01   -0,58%
  • IDX80 126   0,93   0,75%
  • IDXV30 139   0,00   0,00%
  • IDXQ30 139   -0,53   -0,38%

Tawaran usaha Pisang Jazz Bandung


Jumat, 14 Agustus 2015 / 14:04 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. pisang goreng sudah jamak dikonsumsi untuk camilan teman minum teh hangat di sore hari. Peminatnya dari berbagai kalangan umur, baik muda maupun tua.

Pasarnya yang luas membuat panganan ini permintaannya tidak pernah surut. Kini pengolahannya pun penuh inovasi. Salah satunya yang dilakukan oleh Nur Rochim.

Lewat usaha Pisang Jazz Bandung, Nur menjalankan usaha pisang goreng dengan aneka topping.

Ada sekitar 13 taburan yang disajikan diantaranya cokelat, blueberry, kacang, keju, dan beberapa selai rasa buah.

Usaha ini berdiri pada November 2014 di bandung, Jawa Barat.

Meskipun terbilang baru menjalankan usaha, Nur sudah mantap untuk menawarkan kemitraan usaha di tahun 2015.

Meski belum mendapatkan mitra usaha, namun sudah ada tiga orang yang menghubungi Rochim untuk bergabung dari Jakarta, bandung, dan Kuningan.

Untuk paket investasi yang ditawarkan senilai Rp 2,5 juta. Mitra akan mendapatkan perlengkapan usaha, satu buah booth, bahan baku tepung pisang sebanyak 10 kg dan lisensi untuk menjual produk.

Harga jual berkisar Rp 1.500 - Rp 2.000 per potong. "Harganya tergantung jenis pisangnya yaitu pisang tanduk atau pisang bangka hulu," ujarnya.

Nur memperkirakan dalam sehari ada 50 orang yang pembeli yang datang. Jadi, hampir 15 kg pisang atau 120 potong pisang goreng yang bisa terjual.

Dengan begitu, omzet yang diperoleh dalam satu hari bisa mencapai Rp 300.000 hingga Rp 670.000. Dalam satu bulan, Nur mengaku bisa mendapat omzet Rp 9 juta per bulan.

Setelah dikurangi aneka biaya operasional, mitra usaha masih bisa meraup laba bersih sekitar 40% dari omzet atau sekitar Rp 3,6 juta per bulan.

Sehingga mitra diperkirakan bisa balik modal dalam kurun waktu tiga sampai empat bulan. Kerjasama ini tidak mengenakan biaya royalti, namun mitra usaha wajib membeli bahan baku ke pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×