Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Tempat kumpul perias di dunia maya

Sabtu, 10 Februari 2018 / 15:10 WIB

Tempat kumpul perias di dunia maya



KONTAN.CO.ID - Biasanya, para perias kecantikan dan penata rambut kerap kebanjiran orderan bila ada klien yang ingin menyelenggarakan hajatan, seperti perkawinan. Namun seiring perkembangan zaman, dan keinginan kaum hawa yang tetap rupawan, membuat profesi perias wajah atau make up artist serta penata rambut kerap dicari para pemerhati penampilan.

Beruntung ada teknologi digital yang membuat si penata rias tersebut serta penata rambut bisa mempromosikan diri via dunia maya. Salah satu yang lumrah adalah lewat media sosial seperti Instagram atau bisa juga Facebook.

Namun tak jarang, para pengguna jasa tersebut kerap kebingungan ketika harus  mencari penata rias yang dibutuhkan lantaran begitu banyak penata rias yang mempromosikan diri di dunia maya dan lokasinya tersebar di sejumlah kota dan daerah.

Melihat kebutuhan itulah Dennis Tjandra mendirikan marketplace khusus bagi penata rias. Namanya Hello Beauty. Apalagi dirinya kala itu sempat mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan saat membutuhkan penata rias.

Saat ingin melangsungkan pernikahan, isteri Dennis sempat kesulitan mencari make up artist yang bisa dipakai menjelang pernikahannya. Memang dia dan sang isteri sudah memakai media sosial seperti Instagram untuk mencari penata rias yang ia nilai cocok.

Tak disangka, banyak perias wajah atau make up artist mejeng di media sosial tersebut.  Sampai-sampai ia menggunakan tagar MUA (make up artist) Jakarta. "Kami tanya satu per satu. Sist...tanggal segini kosong enggak. Berapa harganya? Itu saja bisa menghabiskan waktu sampai dua minggu untuk mencari make up artist," kenang Dennis.

Ia lantas membandingkan saat dirinya mencari hotel, tiket makanan atau malah makanan di internet. Hasilnya jelas lebih cepat dan gampang ketimbang dengan pencarian penata rias. Alhasil, akhirnya ia membuat pasar digital khusus untuk penata rias dengan nama Hello Beauty di Juni 2016.

Lewat Hello Beauty, Dennis berupaya mengubah citra dari bisnis ini yang kalau ingin pesan, biasanya lebih mengandalkan pada alat tulis berupa pulpen dan buku. Maklum, biasanya para perias bakal menandai pesanan yang datang dengan menandai di kalender.

Mereka juga bisa sekadar mencatat pesanan jasa tersebut di secarik kertas. Namun, apabila hanya dengan cara tradisional tersebut, ada satu atau beberapa pesanan yang acap terlewatkan.

Hal lain yang membuat Dennis tertarik membuat marketplace penata rias  adalah potensi pasarnya yang amat besar. Ia mencatat, saat ini ada sekitar 800.000 penata rias yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tidak mengherankan bila usaha yang baru berjalan kurang dari dua tahun tersebut sudah mendapatkan respon positif. "Saat ini yang ada di kami sudah mencapai 1.300 orang (penata rias) di seluruh Indonesia," tuturnya.

Meski mengaku belum meraih 1% dari total mitra penata rias yang ada, Dennis mengaku cukup puas dengan pencapaian sepanjang 2017 kemarin. Sebab dari jumlah penata rias yang bergabung di Hello Beauty, sudah ada sebanyak 300.000 pengguna yang bisa terlayani lewat marketplace tersebut.

Tak hanya itu, setiap bulan Hello Beauty dikunjungi sebanyak 15.000 pengunjung. Jumlah tersebut sudah melonjak berlipat-lipat dibanding dengan awal usaha  ini berdiri tahun 2016 yang di kisaran 200 orang per bulan.


BISNIS START-UP

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0560 || diagnostic_web = 0.3360

×