kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Tergoda jajanan street food, ini waralabanya!


Minggu, 19 Agustus 2018 / 10:05 WIB
Tergoda jajanan street food, ini waralabanya!

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Ragam bisnis kuliner makin berkembang, banyak inovasi menembus sempitnya celah persaingan. Kini, camilan ala pinggir jalan (street food) berupa bakso, sayuran, daging, seafood yang ditusuk layaknya sate, menjadi inovasi kuliner baru di Indonesia.  

Lidya Karlina menjadi salah satu pelopor street food jenis ini di Padang. Sumatra Barat. Ia mendirikan Big Joy Street sejak tahun 2016.

Tawaran waralabanya mulai dibuka sejak Juli 2018. Ia sendiri sudah punya dua gerai di Padang.  

Paket investasi Big Joy Street Food senilai Rp 55 juta. Gerainya mengusung konsep semi food truck dengan memakai sepeda motor dan box di belakang.

Dengan modal tersebut, mitra akan mendapat fasilitas satu unit motor Viar tahun 2017 yang sudah dimodifikasi, peralatan usaha lengkap, perlengkapan usaha, pelatihan karyawan, standar operasional dan bahan baku awal 100 tusuk sate.

Kerjasama kemitraan ini  berlangsung selamanya. Asalkan mitra memasok bahan baku berupa saus dan beberapa sate dari pusat.

Big Joy Street Food menjajakan aneka jenis sate, seperti sate seafood, sate sayuran, sate bakso, sate sosis, sate tempura. Ada sekitar 40 jenis camilan. Aneka camilan sate tersebut dibanderol mulai Rp 3.000 sampai Rp 12.000 per tusuk.

Sate bisa dibakar atau digoreng. Ada dua macam saus bumbu yang ditawarkan seperti barbeque dan special spicy. "Kami racik bumbu bakar sendiri, sehingga berbeda dengan lainnya," ujar Lidya.

Bicara soal omzet, Lidya menjelaskan, satu gerai Big Joy Street Food biasanya mengantongi Rp 35 juta-Rp 55 juta setiap bulan. "Kami tidak ada royalty fee, biaya bulanan apapun juga tidak ada. Mitra cukup membeli saus bumbu dan beberapa jenis sate dari pusat," kata Lidya.

Perkiraan laba bersih bisnis ini sekitar 30%. Mitra diperkirakan bisa mendapat modalnya dalam 10-15 bulan.

Meski yakin jika peluang camilan aneka sate ini cukup menjanjikan, sementara ini Lidya hanya fokus untuk menerima mitra di sekitar Sumatra Barat dulu. Untuk calon mitra lain, dirinya masih mempertimbangkan ulang, lantaran harus mengirim peralatan usaha cukup jauh.  

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit menilai saat ini bisnis yang menawarkan produk sejenis sudah mulai banyak bermunculan. Karena itu, calon mitra harus siap bersaing.

Levita kembali mewanti-wanti para calon mitra untuk memilih lokasi usaha yang strategis.

"Karena ini konsepnya semi food truck, kalau untuk diterapkan di Jakarta dan kota besar lain agak susah sebenarnya karena padatnya jalanan. Jadi pemilihan lokasi harus benar-benar tepat, kalau tidak, sayang investasinya," tutur Levita.

Selain itu, kualitas produk juga harus diutamakan. Soal perhitungan balik modal, Levita menilai, target omzet yang ditetapkan terlalu tinggi. Oleh karena itu, mitra harus benar-benar mencermati simulasi usaha yang ditawarkan pusat.           

Big Joy Street Food
Jl Niaga Simpang Mitsubishi (Depan Warkop Nanyo)
Padang, Sumatera Barat
HP. 081346545003



TERBARU

[X]
×