kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tokowahab.com menjaring penjual dan pembeli bakeri dalam satu situs


Sabtu, 29 Februari 2020 / 10:05 WIB
Tokowahab.com menjaring penjual dan pembeli bakeri dalam satu situs

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak selamanya teknologi digital bisa menggerus bisnis yang sudah berjalan lama. Justru dengan memadukan digital ke dalam bisnis, malah bisa membuat laju usaha semakin maju. Inilah yang terjadi di Toko Wahab.

Ini adalah toko bahan baku bakeri dan kue yang ada di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Toko yang sudah eksis sejak 1957 ini mulai merambah ranah digital. Sejak beberapa tahun lalu, Toko Wahab mulai merambah ranah digital. Sebagai penggagas adalah William Sunito, generasi ketiga pemilik Toko Wahab.
 
Labelnya adalah Tokowahab.com. Ini adalah marketplace yang melayani para UMKM di bisnis bakeri dan pastri yang butuh bahan baku. Situs ini sebagai jembatan industri manufaktur dan distributor di bidang bakeri dan pastri dengan para UMKM di sektor sejenis. "Jadi pengguna bisa mendapat produk dengan harga kompetitif dan terjamin dan bisa nego harga dengan mitra," tutur William Sunito, Pendiri dan Chief Executive Officer Tokowahab.com kepada KONTAN (21/2).
Jika UMKM bisa mendapat produk terbaik dengan harga yang bersaing, maka bagi mitra Tokowahab bakal mendapat beragam layanan. Mulai dari promosi brand, manajemen toko dan komunikasi langsung dengan calon pembeli di situs Tokowahab.com. 
Tercatat, situs ini sudah bermitra dengan lebih dari 20 merek. Sebagian besar mitra  merupakan merek impor lantaran produk bakeri sebagian besar masih diimpor. Adapun pengguna situs ini sudah lebih dari 2.000 UMKM. 
 
Sejauh ini, Tokowahab sudah menjangkau seluruh Indonesia. Untuk pengiriman di Jabodetabek, Tokowahab menyediakan armada sendiri yang ada 15 truk. Sedangkan untuk pengiriman di luar Jabodetabek, pengguna harus menggunakan jasa ekspedisi.
Rata-rata, Tokowahab bisa mengirim ke 500 sampai 1.000 UMKM per bulannya. Rata-rata nilai belanjaan UMKM antara Rp 1 juta sampai Rp 10 juta. Hasil tersebut tumbuh tiga kali lipat dari tahun lalu. "Inilah yang membuat kami terus semangat membantu UMKM," tutur William yang masuk jajaran pengusaha muda under 30 versi Forbes Indonesia.
 
Untuk menjaga hubungan dengan mitra bisnis, Tokowahab juga kerap mengadakan kursus pembuatan kue dan bakeri. Acara bulanan ini sanggup menjaring  300 UMKM.
 
Sayang, William tidak merinci pendapatan yang digapai hingga kini. Yang jelas dengan hasil positif tersebut, ia bakal terus melakukan ekspansi bisnis. Targetnya adalah menambah jumlah pengguna UMKM hingga 3.000 - 4.000 UMKM sampai akhir tahun ini.
 
Lima tahun ke depan, Tokowahab mencoba bermitra dengan pengusaha dari daerah di bidang sejenis dan merambah bahan baku untuk restoran dan kedai kopi. Ini adalah upaya untuk melanggengkan bisnis offline dan online Toko Wahab di bahan baku bakeri.




TERBARU

Close [X]
×