kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.073   70,00   0,41%
  • IDX 6.975   -52,12   -0,74%
  • KOMPAS100 962   -8,49   -0,87%
  • LQ45 705   -9,53   -1,33%
  • ISSI 251   -0,68   -0,27%
  • IDX30 387   -1,69   -0,43%
  • IDXHIDIV20 481   -2,03   -0,42%
  • IDX80 108   -1,28   -1,17%
  • IDXV30 133   -0,73   -0,55%
  • IDXQ30 126   -0,92   -0,73%

Tumbuh maksimal di lahan lembab (2)


Jumat, 21 Juni 2013 / 11:59 WIB
Tumbuh maksimal di lahan lembab (2)
ILUSTRASI. Simak Cara Download PUBG PC (Steam) Gratis, Sudah Free to Play Mulai Hari Ini


Reporter: Marantina | Editor: Dupla Kartini

Tanaman keladi tikus atau Typhonium flagelliforme paling mudah ditemukan di Pulau Jawa. Ketika baru tumbuh, daun keladi tikus berbentuk bulat cenderung lonjong.Seiring waktu, daun-daun ini kemudian meruncing menyerupai daun talas. Jika sudah tua, daun keladi tikus berwarna hijau muda dengan ujung runcing seperti anak panah. Sementara, bunga keladi tikus berwarna putih dan kelopaknya menyerupai ekor tikus.

Pembudidaya keladi tikus, Yohana Sri menuturkan, lantaran termasuk tanaman liar, perawatan keladi tikus tidak rumit. Yang paling penting diperhatikan ialah lokasi budidaya. "Keladi tikus ini gampang tumbuh, asalkan tanahnya lembab," ujarnya. Tak heran, tanaman keladi tikus ini sulit ditemukan pada musim kemarau.

Adapun musuh tanaman ini adalah ulat hijau. Kata Yohana, daun keladi tikus kerap diganggu oleh ulat hijau. Makanya, petani harus rajin memeriksa supaya tidak ada ulat yang memakan daun keladi tikus. "Kalau ada ulat, tinggal diambil," katanya.

Untuk budidaya tanaman ini, petani tidak boleh menggunakan bahan kimia, termasuk insektisida. Soalnya keladi tikus dimanfaatkan untuk mengobati atau membantu penyembuhan kanker  secara herbal. Karena itu, selain tanpa pestisida,

Yohana mengatakan, petani juga tidak memakai pupuk kimia, tetapi pupuk kandang. Tanah yang akan menjadi area tanam, terlebih dahulu dicampur dengan pupuk kandang, sebelum dimulai penanaman.

Menurut Yohana, keladi tikus bisa dipanen setelah berusia 20 hari-25 hari dan harus dipanen pada usia tanam paling lama tujuh bulan sejak ditanam. Karena keladi tikus termasuk umbi-umbian, tanaman ini hanya bisa sekali panen. Selanjutnya, petani harus menanam ulang untuk bisa panen lagi.

Alvi Al-Hadi, pembudidaya keladi tikus di Pontianak, Kalimantan Barat, menambahkan, tanaman keladi tikus tidak boleh terkena sinar matahari langsung. "Tujuannya untuk menjaga kualitas umbi, batang, dan daunnya," beber Alvi.

Untuk penanaman berikutnya harus melalui pembenihan. Benih ini bisa diambil dari tunas pada umbi, yaitu dengan cara memotongnya.

Untuk menghasilkan benih berkualitas bagus, Alvi memilih tunas dari umbi yang sudah dewasa atau sudah tua. Dari satu umbi dewasa keladi tikus biasanya bisa diperoleh 2-6 tunas.

Popularitas keladi tikus semakin bagus belakangan ini karena pengolahan untuk obat tidak rumit. Kata Yohana, selain dibentuk jadi kapsul, masyarakat awam bisa juga mengolah sendiri.

Caranya, umbi, daun, dan batang keladi tikus dicuci bersih, kemudian ditumbuk dengan lumpang batu sampai  lumat. Lalu, hasilnya diberi air secukupnya, diperas, dan disaring. (Selesai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×