kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Umbul Susuhan mengikuti kesuksesan Umbul Ponggok (bagian 1)


Sabtu, 22 Juni 2019 / 13:15 WIB

Umbul Susuhan mengikuti kesuksesan Umbul Ponggok (bagian 1)

KONTAN.CO.ID - KLATEN. Menyebut Klaten, memori langsung teringat kepada daerah wisata ngetop bernama Umbul Ponggok. Mempunyai anugerah sumber air yang melimpah, desa wisata Umbul Ponggok menjadi salah satu destinasi wisata di daerah tersebut yang ngehits dengan berswafoto di bawah air yang jernih.

Melihat reputasi yang sudah dibangun Umbul Ponggok, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten tak mau ketinggalan. Dengan sumber mata air yang juga melimpah, desa ini membangun destinasi wisata air.


Saat KONTAN menyambangi desa tersebut awal bulan ini, yang terbentang di kiri-kanan jalan adalah sawah hijau kekuningan yang membentang luas. Hingga kemudian masuk ke Umbul Susuhan yaitu berupa kolam pemandian yang cukup luas.

Sebetulnya ada ikon unik yang menjadi ciri khas Umbul Susuhan. Yakni adanya pohon raksasa rindang berusia seratus tahun lebih berada di tengah kolam.

Sayangnya, saat KONTAN sambangi, pohon tersebut baru saja tumbang karena rapuh di beberapa sisi dan memang termakan usia. Meski begitu, daya tarik Umbul Susuhan masih memikat pengunjung.

Menurut Agus Tri Joko, Direktur Bumdes Mahanani Desa Manjungan, jumlah pengunjung yang bertandang ke wisata air tersebut lumayan banyak. Saat hari biasa saja ada sekitar 200 pengunjung. Sedangkan di akhir pekan bisa berlipat ganda. Malah, saat hari Lebaran kemarin, jumlah pengunjung melonjak hingga mencapai ribuan pengunjung.

Untuk bisa masuk ke Umbul Susuhan, para pengunjung dikutip tarif masuk Rp 8.000 saja per orang. Dengan tarif ini, pengunjung bisa puas mandi atau berenang di kolam-kolam yang sudah tersedia.

Di tempat ini ada lima kolam. Selain kolam untuk anak-anak dengan ragam aneka permainan air, ada juga kolam khusus diperuntukan bagi kaum hawa. Sekeliling kolam khusus tersebut ada pagar tembok.

Tak mau ketinggalan, Umbul Susuhan juga menyediakan wahana swafoto di dalam air, seperti yang ada di Umbul Ponggok. Untuk bisa memanfaatkan sarana tersebut, pengelola wisata umbul menarik tarif Rp 50.000 per orang.

Sama seperti Umbul Ponggok, kolam pemandian yang ada di Umbul Susuhan juga ada beberapa ikan kecil, tapi tidak tidak terlalu banyak. "Kalau kebanyakan ikan, takut kolamnya jadi amis," tutur Agus kepada KONTAN.

Melihat hasil yang diraih Umbul Susuhan, Agus bersyukur. Mencontoh Umbul Ponggok ternyata bisa mengembangkan potensi desa Manjungan. Maklum, sebelum keberadaan destinasi wisata tersebut, sumber air yang banyak terdapat di desa tersebut cuma dipakai untuk irigasi sawah hingga sekedar mencuci kendaraan saja.

Pada 2016, desa ini membangun Umbul Susuhan. Wajah Manjungan langsung berubah. Tak cuma sebagai penghasil padi, tapi turis.

(Bersambung)


Reporter: Ratih Waseso
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0288 || diagnostic_web = 0.2555

Close [X]
×