kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45904,83   21,77   2.47%
  • EMAS938.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.82%
  • RD.CAMPURAN -0.92%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

UMKM produksi masker scuba akui ada penurunan permintaan


Jumat, 25 September 2020 / 15:39 WIB
UMKM produksi masker scuba akui ada penurunan permintaan
ILUSTRASI. Masker scuba produksi Kawzmu.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa waktu lalu terdapat informasi dari pemerintah bahwa masker berbahan scuba disebut kurang efektif dalam menangkal droplet. Dari berita KONTAN sebelumnya Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan masker scuba dan buff kurang efektif menangkal virus corona. Adapun masker kain yang dianjurkan pemerintah ialah masker kain berbahan katun dengan tiga lapisan.

Namun diketahui sejak awal pemerintah menganjurkan agar masyarakat yang sehat menggunakan masker kain, muncul berbagai produsen atau bahkan penjual masker. Kebanyakan dari mereka menjual masker dengan bahan scuba, hampir dapat dikatakan masker scuba cukup diminati masyarakat karena motifnya yang beragam.

Lalu dengan adanya anjuran pemerintah yang menyebut masker scuba kurang efektif, bagaimana nasib usaha para UMKM yang kini memproduksinya?

Muhammad Dana Aulia Rahman, pemilik usaha Masker Scuba Orginal di Surabaya, Jawa Timur mengakui ada dampak usai adanya informasi tersebut. Penurunan permintaan masker scuba di tempatnya ada sekitar 50% dari sebelumnya.

"Kalau dibilang berpengaruh apa engga, pasti berpengaruh, apalagi minggu-minggu ini saat edukasi masker scuba ini bertebaran di sosial media, Masker Scuba Original ada penurunannya, 50% lebih ada turun order. Karena kan kita ngga bisa pungkiri pasti ada pengaruh buat mindset masyarakat," jelas Rahman kepada KONTAN.

Baca Juga: Inilah bahaya menggunakan masker yang kotor

Rahman sendiri tak hanya memproduksi masker berjenis scuba. Ia juga memproduksi masker berbahan polyuerthane bergramasi 350 atau lebih tebal dari bahan scuba. Untuk produksi Rahman berkolaborasi dengan UMKM konveksi yang ada di Surabaya dan Mojokerto Jawa Timur.

Harga masker buatannya dibandrol Rp 3.500 per buah untuk masker scuba dengan sablon logo, serta Rp 7.000 per buah untuk masker berbahan polyuerthane plus sablon logo. "Omset sebulan puluhan juta rata-rata. Mulai turun 50% pas ada statemen itu, pasti berdampak," imbuhnya.

Sebelumnya masker scuba disebut Rahman hampir mendominasi pemesan di Masker Scuba Original. Sebulan ada lebih dari 20.000 pesanan masker baik jenis scuba dan polyuerthane. "Dulu masker scuba itu 80% pesanan, sisanya 20% polyuerthane. Tapi sekarang turun scuba. Bahan polyuerthane ini impor jadi dia lebih premium lebih tebal," kata Rahman.

Guna atasi penurunan pesanan masker, Rahman minggu ini berencana mengeluarkan masker kain tiga lapis berbahan standar yang dianjurkan pemerintah. "Kami beberapa hari ke depan akan launching produk baru masker kain premium tiga lapis, nah bahannya masih kami kaji, yang pasti kami akan ikuti standar yang ditetapkan pemerintah. Opsi ini bisa dipakai buat instansi, pebisnis pesan di kami," ujarnya.




TERBARU
Corporate Valuation Model Presentasi Bisnis yang Persuasif

[X]
×