kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Upaya Bobobox menjaga tingkat okupansi di hotel kapsul terjaga


Sabtu, 18 Januari 2020 / 10:15 WIB
Upaya Bobobox menjaga tingkat okupansi di hotel kapsul terjaga

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Tren traveling di Indonesia membuat layanan penginapan semakin beragam. Tidak cuma menampilkan hotel, guest house, dan lainnya, tapi juga ada hotel kapsul yang mengisi pasar hospitallity 
di Tanah Air. 

Salah satu pemainnya adalah Bobobox. Startup yang melayani pemesanan hotel kapsul secara digital ini mulai berkembang. Berdiri sejak akhir 2017, Bobobox yang awal kiprahnya berada di Bandung mengelola 62 kamar. Kini, mereka sudah menancapkan kuku tiga kota. Selain Bandung, ada di Jakarta dan Semarang.

Indra Gunawan, Chief Executive Officer (CEO) Bobobox, menyebutkan, hingga saat ini pihaknya memiliki lebih dari 600 kamar hotel kapsul di tiga kota tersebut. Salah satu yang membuat startup ini bisa tumbuh lantaran memakai teknologi digital.

Baca Juga: Hadir di Jakarta, Bobobox siap ekspansi ke kota besar lainnya

Selain pemesanan secara online, para pengguna juga bisa membuka kamar lewat scan barcode. Fasilitas lainnya adalah bisa mengatur dan mengganti warna lampu kamar lewat aplikasi yang ada di smartphone. "Kami memberikan solusi baru lewat aplikasi dan tidak lagi konvensional," kata Indra kepada KONTAN.

Sedang kamar hotel kapsul yang ada di Bobobox relatif lebih lega, yakni berukuran 6 m². Dengan ukuran tersebut, tamu hotel tidak perlu merangkak seperti di hotel kapsul pada umumnya, tapi mereka bisa berdiri.

Baca Juga: Kini hadir hotel kapsul dekat MRT Jakarta, harganya Rp 135.000 per malam

Ada dua pilihan kamar yang tersedia di Bobobox: tipe Sky dengan posisi tempat tidur ada di atas lantai dan Earth untuk posisi tempat tidur di bawah. Bobobox membanderol tarif kamar Rp 130.000 per malam sampai Rp 180.000 per malam. "Dan bisa muat barang," imbuh Indra.

Dengan fitur dan fasilitas yang ada, Indra mengklaim, selama satu tahun terakhir, permintaan kamar Bobobox selalu positif. Buktinya, rata-rata tingkat okupansinya lebih dari 80%.

Alhasil, Indra pun makin optimistis dengan bisnis dari Bobobox ke depan, meski persaingan memperebutkan tamu hotel semakin ketat. Untuk itu, Bobobox sudah menyiapkan strategi untuk ekspansi bisnis, dengan melebarkan sayap ke kota-kota besar lainnya. 

Bobobox, Indra memastikan, bakal segera hadir di Yogyakarta, lantas di Surabaya, Bali hingga Bandarlampung dan Makassar. Semua kota itu bakal Bobobox masuki tahun ini juga.

Sejauh ini, kota yang menjadi incaran Bobobox memang kerap menjadi tujuan para pelancong. Sayang, Indra tidak memerinci waktu persis ekspansi bisnis tersebut.
Yang jelas, dengan upaya itu, dia mengharapkan, bisa menjaga tingkat keterisian kamar Bobobox tetap positif. "Dengan rencana ekspansi itu, kami menargetkan tingkat okupansi bisa lebih dari 80% sepanjang tahun ini," ungkap Indra.

Dan, Indra yakin target tersebut bisa tercapai. Selain mengandalkan teknologi digital, Bobobox juga punya ragam pembayaran. Tak cuma pembayaran konvensional tapi digital. 

Dalam catatan KONTAN, Bobobox juga menawarkan kemitraan waralaba dengan investasi mulai dari Rp 1,5 miliar-Rp 5 miliar.                 




TERBARU

Close [X]
×