kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Upaya membuat UMKM bisa naik kelas dan tembus pasar ekspor


Senin, 03 Februari 2020 / 15:45 WIB
Upaya membuat UMKM bisa naik kelas dan tembus pasar ekspor
Pengunjung melihat produk yang dipromosikan di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Solo, Jawa Tengah, Rabu (5/11/18). Keberadaan PLUT-KUMKM yang dibangun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah terseb

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM berharap adanya keberadaan Pusat Layanan Umum Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM) bisa menjadi jembatan bagi produk unggulan di daerah masuk ke pasar nasional hingga luar negeri lewat keberadaan trading house di Smesco.

PLUT-KUMKM merupakan program Kementerian untuk meningkatkan daya saing UMKM. Lewat peningkatan kinerja produksi, pemasaran, pembiayaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis, dan managerial.

Keberadaan PLUT-KUMKM yang tersebar di daerah-daerah menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, bisa menjadi fasilitator produk UMKM daerah bisa naik kelas. 

"PLUT sebagai mata rantai pertama yang bisa mengkurasi apakah produk UMKM daerah bisa terus bersaing ditingkat provinsi, nasional hingga global," sebutnya dalam keterangan resmi, Senin (3/2). 

PLUT juga perlu dikonsolidasikan dengan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) atau Smesco yang ada di pusat. Dan saat ini sedang ada proses pendataan terhadap  ragam produk UMKM berdasarkan nama, jenis, dan alamat. Data ini nantinya akan dimasukkan ke dalam  e-katalog.

"Yang sudah masuk e-katalog itu UMKM yang stabil dari sisi produk dan omzetnya. Semua akan diintegrasikan secara nasional, dihubungkan dengan global market. Kalau ada buyer dari luar negeri, tinggal ambil data di Smesco saja," jelasnya.

Ia berharap PLUT-KUMKM di daerah bisa membangun sentra produksi, sehingga mudah untuk konsolidasi di lembaga terkait dalam mengurus perizinan, legalitas serta akses pembiayaan.

"Bahkan kalau perlu kerja sama dengan konsultan manajemen mal misalnya. Jangan sampai seperti  di Smesco, besar tapi banyak yang kosong. Sayang, masa listrik negara yang bayar. Fungsi mal itu kan harus menarik, showcase produk, sebagai rekreasi dan tempat kulineran," imbuhnya. 




TERBARU

Close [X]
×