CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Upaya Pintap Menjangkau Pasar Tradisional Lewat Freelancer Supaya Mantap


Sabtu, 11 Juni 2022 / 09:00 WIB
Upaya Pintap Menjangkau Pasar Tradisional Lewat Freelancer Supaya Mantap


Reporter: Bidara Pink | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna menjangkau konsumen lebih banyak lagi, para produsen serta prinsipal merek barang memasok produk mereka tidak hanya ke ritel modern, juga pasar tradisional.

Untuk bisa memasok produk ke ritel modern, para produsen dan prinsipal biasanya tidak mengalami kesulitan. Sebab, jaringan ritel modern sudah tertata berikut distribusinya. 

Tapi tidak demikian halnya jika ingin masuk ke pasar tradisional.

Meski jumlahnya sangat banyak, mencapai 16.000 di seluruh Indonesia,  antara satu pasar tradisional  dengan pasar tradisional lainnya tidak saling terhubung secara otomatis. Soalnya, ada perbedaan kewenangan dan wilayah operasi pasar tradisional.

Sehingga, jika ingin menyasar pasar tradisional, produsen dan prinsipal butuh upaya yang lebih. 

Nah, kendala inilah yang Yunosuke Shigesato, Pendiri dan Direktur PT Solusi Pintap Indonesia, lihat.

Baca Juga: Astro Kembali Mendapat Pendanaan Seri A Untuk Perluas Pasar

Saat berkunjung ke redaksi KONTAN, Senin (6/6) lalu, pria asal Jepang ini melihat potensi pemasaran produk yang menggiurkan di pasar tradisional.

Itu sebabnya, dia ingin mengatasi masalah yang produsen dan prinsipal hadapi saat akan masuk ke pasar tradisional.Solusinya, membuat aplikasi Pintap: Pintar dan Mantap.

Lewat platform ini, Sato mencoba memanfaatkan warga yang berada di pasar tradisional menjadi kepanjangan tangan dari para produsen dan prinsipal.

Pintap menggandeng warga yang butuh penghasilan tambahan menjadi tenaga pemasar lepas mereka. "Jadi, kami juga ingin membantu perekonomian kecil bisa berkembang," katanya.

Bagi produsen dan prinsipal yang mau memanfaatkan tenaga pemasar lepas tersebut, Sato menjelaskan, cukup mengakses aplikasi Pintar saja.

Tarifnya, ia menyebutkan, terbilang murah ketimbang yang berlaku secara umum. Pintap hanya mengutip margin distribusi untuk pihak ketiga sekitar 5% saja dari umumnya mencapai 7%-11%. 

Hasilnya tergolong positif. Startup yang baru beroperasi Juli 2021 dan hanya menjalankan roda bisnis di Indonesia ini sudah bisa menjaring 30 produsen dan prinsipal.

Pintap juga berkongsi dengan 13.000 tenaga pemasar freelancer yang tersebar di delapan kota. Yakni, Medan, Tangerang, Bogor, Bandung, Cimahi, Cirebon, Magelang, dan Yogyakarta.

Perusahaan yang sudah memakai jasa Pintap, misalnya, sebuah perusahaan roti dan kedai kopi yang kini merambah minuman kopi kemasan siap minum.

Melihat hasil tersebut, Sato jelas ingin terus mengembangkan Pintap. Apalagi, injeksi modal awal dari Mitsubishi Corporation masih ada. Dengan dana ini, dia ingin membuat fitur lebih lengkap bagi membership. 

Rencana berikutnya, tentu memperluas jangkauan Pintap di seluruh pasar tradisional yang ada.

emudian, memperbanyak tenaga pemasar freelancer menjadi 100.000 di akhir tahun, biar target balik modal Pintap di Juni 2023 bisa tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental THE FUTURE OF SELLING

[X]
×