kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Usaha asyik Bioskop Mini 3D


Senin, 16 September 2013 / 14:35 WIB
ILUSTRASI. Bayar PBB di Tokopedia dan dapatkan cashback s.d 20%.


Reporter: Marantina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Hampir semua bioskop skala besar mengusung tayangan film tiga dimensi (3D). Bahkan, ada perangkat televisi yang menyediakan fitur untuk menyaksikan tayangan film 3D. Ini membuktikan antusiasme masyarakat terhadap teknologi ini cukup tinggi. Peluang ini pula yang ditangkap oleh Wahyu Wardana dengan mendirikan Bioskop Mini 3D di Jombang, Jawa Timur.

Sejak dua tahun lalu, Wahyu memulai bisnis Bioskop Mini 3D. Ia mematok tarif Rp 10.000 - Rp 25.000 untuk siswa yang ingin menonton film 3D.

Mulai tahun ini, Wahyu menawarkan kemitraan. Peluang bisnis ini cukup menjanjikan. Tengok saja, Wahyu yang berhasil menggaet 10 mitra yang tersebar dari Medan hingga Tarakan.

Ia menegaskan, segmen pasar untuk kemitraan ini ialah sekolah - sekolah di wilayah kabupaten atau kecamatan yang jauh dari kota. Ia ingin mengenalkan teknologi film tiga dimensi kepada para pelajar. "Mitra kami berlokasi di daerah yang jarang hiburan, jadi mereka bisa mengenal teknologi 3D melalui Bioskop Mini 3D," ungkapnya.

Tertarik menjajal usaha ini? Wahyu menyiapkan paket goes to school senilai Rp 40 juta. Paket itu mencakup komputer atau laptop, proyektor, layar proyektor, 100 buah kacamata 3D, sound theater, dan film-film untuk ditayangkan. Selain itu, Bioskop Mini 3D juga memberikan perlengkapan marketing, seperti banner, spanduk, brosur, dan wallpaper.

Wahyu menargetkan, dalam sebulan, mitra bisa mendapat omzet berkisar Rp 20 juta - Rp 30 juta, dari 1.000 hingga 2.000 penonton. Dengan laba bersih sekitar 70%, mitra bisa balik modal dalam tiga bulan.

Kelebihan dari kemitraan ini ialah mitra tidak perlu repot menyewa tempat. Cukup menggunakan ruang di sekolah. Selain itu, film yang ditayangkan bisa jadi ajang pembelajaran bagi siswa, karena bersifat film dokumenter, seperti petualangan bawah laut atau sejarah dinosaurus.

Awalnya, pihak pusat memberikan dua klip film berdurasi 20 menit. Selanjutnya, mitra rutin dipasok film-film dokumenter 3D tanpa biaya tambahan. Wahyu hanya menerima satu mitra di satu daerah, supaya persaingan tidak terlalu ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×