kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45811,59   9,89   1.23%
  • EMAS1.054.000 0,57%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Usaha cuci mobil masih tetap basah di masa pandemi


Jumat, 31 Juli 2020 / 09:15 WIB
Usaha cuci mobil masih tetap basah di masa pandemi

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama pandemi membuat banyak orang yang masih waspada untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Salah satunya adalah untuk mencuci kendaraan roda empat.

Situasi ini tentu membawa berkah bagi pebisnis cuci mobil. Salah satunya adalah Mobiklin. Ini adalah usaha rintisan yang khusus menyediakan jasa cucian mobil. Yang menjadi pembeda dengan usaha sejenis adalah jenis layanannya yang mendatangi tempat kediaman konsumen dan disitulah Mobiklin mencuci mobil kepunyaan konsumen. Artinya  ini adalah layanan jemput bola ke konsumen. 

Baca Juga: Bisnis cuci motor masih tetap basah
Dengan layanan tersebut, menurut Adnan Gadi, Chief Executive Officer Mobiklin, bisnisnya tidak mengalami dampak yang signifikan  selama pandemi berlangsung. Justru dengan adanya pandemi membuat banyak orang yang tidak berani keluar rumah dan memanggil jasa cuci mobil online ke rumah, termasuk juga dari Mobiklin.

"Sejauh ini tidak ada impact yang terlalu significant dari adanya pandemi COVID-19 terhadap perkembangan mobiklin. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan semakin meningkat," kata Adnan kepada KONTAN, Jumat (10/7). 

Baca Juga: Bisnis cuci mobil semakin basah

Supaya layanan cuci mobil mendapat respon lebih dari pengguna, Mobilklin menambah layanan untuk sterilisasi mobil. Efeknya, jumlah permintaan cuci mobil yang masuk di Mobilklin pun bertambah banyak.

Menurut hitungan kasar Mobilkin dalam sebulan, Mobilklin bisa melayani cuci mobil panggilan hingga ribuan kali. "Jadi kami sama sekali tidak mengalami penurunan permintaan," tuturnya. 

Layanan Mobilklin sendiri sudah ada di area Jabodetabek, dan kota Bandung serta Surabaya. Ketiga area perkotaan tersebut  memang sengaja Mobilklin bidik karena kalau digabung, sekitar 50% jumlah populasi kendaraan roda empat di Indonesia ada di kota tersebut. 

Untuk bisa melayani para konsumen, Mobilklin sudah menggandeng antara 75 mitra jasa cuci mobil sampai 100 mitra jasa cuci mobil yang aa di tiga kota tersebut. 

Melihat pandemi yang belum berakhir, justru bagi Mobilklin menjadi saat yang tepat untuk bisa ekspansi bisnis. Rencananya, Adnan bakal memperlebar pasar tidak cuma ke pasar individu tapi juga perusahaan, seperti perusahaan swasta dan pelat merah yang membutuhkan jasa pembersih mobil di tempat. 

Dengan rencana bisnis tersebut, Adnan menargetkan pertumbuhan bisnis Mobilklin bisa mencapai 200% sampai akhir tahun ini. "Covid-19 membawa perubahan sudut pandang pentingnya kesehatan," tuturnya.

Sayang, pebisnis lain yakni Hepicar, yang juga menyediakan layanan jasa cuci mobil on demand asal Yogyakarat tidak seberuntung Mobilklin.

Menurut Nurhidayanto, CEO Hepicar, sebelum pandemi berlangsung, pihaknya bisa mendapat orderan cuci mobil hingga 10 mobil per hari. Tapi setelah pandemi ini, tinggal menjadi 3 mobil saja perharinya.

Dengan situasi tersebut, Nurhidayanto pun terpaksa merevisi target pertumbuhan bisnis yang dipatok bisa mencapai 100% di akhir tahun ini berubah menjadi stagnan atau tumbuh 10% saja.



TERBARU

[X]
×