kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Waralaba jadi cara ampuh ekspansi kedai kopi (bagian 1)


Minggu, 11 Agustus 2019 / 12:00 WIB

Waralaba jadi cara ampuh ekspansi kedai kopi (bagian 1)
ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kedai kopi hingga kini masih merajalela. Baik itu yang ada di sekitar perumahan hingga pusat belanja dan gedung perkantoran. Salah cara cepat perbanyak gerai dengan waralaba. Ini yang dilakoni Kopi Kulo.

Bayangkan, belum genap dua tahun, Kopi Kulo sudah memiliki 220 gerai yang tersebar di berbagai kota besar seluruh Indonesia. Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Manado, Ambon, dan Jayapura.

Di balik suksesnya Kopi Kulo mendirikan ratusan gerai, ternyata kedai kopi yang berdiri sejak akhir 2017 ini menggunakan sistem waralaba untuk mendorong pertumbuhan gerainya. Gayung bersambut, masyarakat seolah tak mau ketinggalan momentum tren bisnis kopi kekinian di kalangan milenial Tanah Air.

Itulah yang menjadi salah satu pertimbangan para pendiri Kopi Kulo. "Saudara, teman dekat, dan beberapa kenalan bertanya apakah Kulo buka franchise, mereka pada mau ikut," kata Andreas Tony, Co-Founder Kulo Group kepada KONTAN.

Andreas dan tim mulai mempertimbangkan permintaan itu, dan menyusun konsep waralaba. Hanya selang dua bulan sejak berdiri, Kopi Kulo langsung menawarkan waralaba.

Respon masyarakat yang positif membuat Tony dan tim rada kewalahan mengatur pembukaan gerai. "Langsung ada 10 orang yang berminat. Sekitar lima bulan beroperasi, gerai kami sudah ada 15 gerai," kata Tony.

Baca Juga: Fulus kedai kopi susu masih saja harum

Kopi Kulo menawarkan waralaba dengan investasi sekitar Rp 200 juta–Rp 300 juta. Itu sudah termasuk franchise fee selama 3 tahun sebesar Rp 100 juta.

Ia mengakui jika sistem franchise sangat membantu pelaku usaha untuk menambah gerai dalam waktu yang relatif cepat. Ada dua hal yang sangat terbantu dengan menerapkan waralaba dalam sebuah bisnis. Pertama, soal modal usaha berupa uang tunai dan yang kedua soal modal tempat usaha.

Seperti kita ketahui, kedua hal tersebut kerap menyulitkan pelaku usaha untuk ekspansi. Dan keberadaan waralaba bisa saling membantu. Bagi Kedai Kulo tentu terbantu untuk mendapat modal dan tempat usaha. Sedangkan mitra bisnis juga tidak perlu repot lagi membangun bisnis dari nol termasuk untuk soal brand.

Baca Juga: Segarnya Laba Es Kopi Susu

Meski terbantu dalam ekspansi bisnis, pihak pusat atau pewaralaba tetap punya tanggung jawab yang tidak kecil. Menurut konsultan bisnis dan waralaba dari DK Consulting, Djoko Kurniawan, salah satu bentuk tanggung jawab adalah adanya jaminan bagi mitra meraup untung dan bisa baik modal jangka waktu tertentu.

Si pemberi waralaba, dalam hal ini Kedai Kulo harus punya target kapan bisa balik modal. Dan saat menawarkan waralaba, bisa meyakinkan ke calon mitra bahwa bisnisnya menguntungkan. "Pihak pusat juga harus punya sistem franchise dan kerjasama yang jelas," kata Andreas.

Untungnya, pebisnis kedai kopi yang tawarkan waralaba adalah pebisnis lokal dan ini bisa perkuat konten lokal.

(Bersambung)


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0005 || diagnostic_web = 0.2476

Close [X]
×