kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45834,58   3,88   0.47%
  • EMAS945.000 0,53%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Yuk, hitung keuntungan dari usaha salad bar


Senin, 19 Juli 2021 / 10:45 WIB
Yuk, hitung keuntungan dari usaha salad bar

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Jane Aprilyani

KONTAN.CO.ID - Salah satu menu sehat yang populer dan laris dibeli saat pandemi adalah salad bar. Makanan ini merupakan olahan berbagai sayuran yang ditambah dengan makanan protein seperti ayam, ikan ataupun aneka daging yang disiram saus salad atau salad dressing.

Para pelaku usaha salad bar pun sudah banyak. Salah satunya Anthony Handoko, pemilik Extract Juice and Salad Bar. Memulai usaha sejak Juli 2020, Anthony melihat bahwa selama pandemi, banyak orang yang membutuhkan asupan makanan dan minuman sehat. 

“Dari situ, kami menjual cold presses juice kemudian salad bar,” ujarnya.

Ada empat jenis jus yang dijajakan, mulai dari vitamin us, best of us, beet us and celebrate us. Harganya dibanderol dari Rp 30.000 sampai Rp 35.000. Sementara salad bar yang dijajakan beraneka ragam, mulai dari crispy chicken salad, chicken Caesar salad, beef rainbow salad, chicken potato salad, tuna shimeji salad, dan lainnya yang dibanderol mulai Rp 40.000.

Baca Juga: Ini cara cek daftar penerima BLT UMKM di eform BRI tahap 3

Selama pandemi, Anthony mengaku permintaan salad bar dan jus kian meningkat.

“Terlebih kami menyediakan paket immune booster yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dari olahan jus yang mengandung vitamin C,” ungkap Anthony.

Tak disangka, dalam sehari, dirinya pun bisa meraup omzet Rp 30 juta sampai Rp 40 juta per bulan atau margin sekitar 20% sampai 30%.

Senada dengan Ida Ardiyanti, pemilik Hellobelly. Memulai usahanya sejak Desember 2019, Ida mengaku permintaan salad bar di tengah pandemi korona ini cukup tinggi.

”Setiap open pre order seminggu sekali, selalu banyak pembeli,” sebut Ida.

Baca Juga: Asaki: Rencana perpanjangan PPKM darurat bisa turunkan utilisasi produksi jadi 50%

Dalam seminggu, Ida bisa menjual 200 sampai 300 pack salad  dengan harga jual Rp 35.000 sampai Rp 55.000.

”Untuk omzet tak menentu, tapi setiap sebulan setidaknya dapat Rp 8 juta,” imbuhnya. Meski mencecap hasil yang manis, rupanya untuk memulai usaha salad bar diperlukan berbagai hal yang disiapkan. Mulai dari modal, bahan baku utama, kepiawaian pegawai hingga media pemasarannya.

Anthony menyebutkan untuk modal awal yang disiapkan di awal usaha cukup besar, yaitu sebesar Rp 50 juta. Biaya tersebut dikatakan untuk membeli beberapa bahan baku, tempat usaha, kemudian biaya pegawai. Soal bahan baku jus, ada beragam buah yang harus dibeli, seperti wortel, beet, apel, nanas, jeruk dan lemon.

Sementara untuk bahan baku salad, Anthony biasanya membeli lettuce, wortel, jagung, edamame, ayam, tuna, tomat dan lainnya. Meski tak merinci besaran biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku, Anthony mengatakan ketersediaan bahan baku cukup terkendali.

Di samping bahan baku, faktor lain yang harus disiapkan untuk menjajal usaha ini juga peralatan memasak. Seperti yang dirinci Ida Ardiyanti, memiliki oven besar dan pan grill cukup diperlukan untuk pengolahan salad bar. Selebihnya keterampilan memasak dan bantuan pegawai untuk memproduksi dan menyiapkan salad untuk dijual.

“Untuk saat ini, saya masih produksi rumahan, jadi masih dibantu keluarga dan dua pegawai tambahan,” tandasnya.

Baca Juga: Ini ramalan ekonom soal dampak ekonomi bila PPKM Darurat diperpanjang

Jika, sudah menyiapkan bahan baku, peralatan usaha, dan pegawai yang membantu dalam hal produksi, maka jangan lupa untuk memasarkannya Moms. Masing-masing pelaku usaha memiliki cara tersendiri untuk mempromosikan produk salad barnya.

Misalnya saja, Anthony yang kerap memberi promo diskon berupa gratis salad atau jus bila pembeli memposting produk kami di instagramnya @extractjuiceandsaladbar. Tak heran, kalau pembelinya tidak hanya kalangan anak muda hingga pegawai kantoran di seluruh Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Produk kami juga kerap dipesan Dinas Kementerian Sosial dan pernah dibeli salah satu youtuber, Putri Habibie,” ucapnya.

Serupa dengan Ida Ardiyanti, pemilik Hellobelly, setelah menjajaki usaha salad bar, dia kerap memposting foto produknya di Instagram @hellooobelly.

Menurutnya, dengan aktif memposting foto, akan menambah ketertarikan pembeli. Terlebih jika foto yang ditampilkan menggugah selera. Hingga kini, dirinya menjalin kerjasama dengan salah satu food photography tanpa mengeluarkan bujet.

"Karena mereka sedang mengumpulkan portofolio,  jadi kerjasama antara kami ini adalah  simbiosis mutualisme," ungkapnya.

 Ida juga menggandeng beberapa influencer seperti dr. Kanya Ayu, Khaira dan Alexander Thian untuk mempromosikan salad bar Hellobelly. Alhasil, penjualannya tidak hanya sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, melainkan ke Bandung, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang.

Selanjutnya: Diperkirakan cair akhir Juli, ini cara cek BLT UMKM di https://eform.bri.co.id/bpum




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×