kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Yuk, mencicip gurih cuan Jank Jank Wings

Sabtu, 22 Desember 2018 / 07:55 WIB

Yuk, mencicip gurih cuan Jank Jank Wings

KONTAN.CO.ID - Tak hanya pelaku usaha ayam goreng yang terus bermunculan, tawaran kemitraannya pun juga makin banyak. Kali ini, tawaran kemitraan datang dari Jank Jank Wings asal Malang, Jawa Timur.  

"Kami menjual ayam goreng juga, tapi kalau Jank Jank Wings khusus bagian sayap saja. Jadi sayap ayam goreng," ujar Eka Tri Santoso, owner Jank Jank Wings.

Berdiri sejak 2015 lalu di Malang, Jank Jank Wings mulai menawarkan kemitraan setahun kemudian. Gerai mitra pertama hadir di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Setelah itu, mitra di Samarinda buka lima gerai lagi di Surabaya," jelas Eka. Saat ini, total ada 27 tersebar di Malang, Surabaya, Yogya, Jakarta, Makassar, Lampung, Gresik, Banjarmasin, Banjarbaru dan Samarinda.

Tersedia dua paket investasi. Yakni, paket kontainer Rp 250 juta dan paket ruko Rp 550 juta. Eka menjelaskan, sistem kemitraan yang ditawarkannya adalah sistem bagi hasil.

Jadi, mitra berlaku sebagai investor pasif yang menyiapkan modal dan tempat usaha. Sementara, seluruh operasional dikelola oleh pihak pusat.

Fasilitasnya, franchise fee selama 5 tahun, kerjasama kemitraan, renovasi tempat, peralatan usaha lengkap, pelatihan karyawan, manajemen, sistem bisnis, dan bahan baku awal. Luas tempatnya 50  m²-100  m².

Jank Jank Wings menawarkan menu sayap ayam goreng. Menu sederhana tersebut disajikan dengan aneka varian saus, seperti  Hickory Smoke Barbeque, Blackpepper, Cheese, Japanese Curry, Japanese Hot Curry, Teriyaki, serta Hot Gaprot dari pedas hingga super pedas. Harganya  Rp 14.000 sampai Rp 60.000.

Bicara soal omzet, tiap gerai Jank Jank Wings rata-rata bisa mengantongi omzet Rp 10 juta sampai Rp 20 juta dalam sehari. Sistem bagi hasil diperoleh dari pembagian laba bersih.

Eka menjelaskan, sebelum mitra balik modal, porsi bagi hasilnya 70% untuk mitra dan 30% untuk pusat. Namun,  setelah mitra mencapai balik modal, porsi bagi hasil berubah menjadi 50 : 50 dari laba bersih. "Kami ambil 30% agar tidak memberatkan mitra. Biar mitra fokus untuk balik modal dulu," jeas Eka.

Targetnya, mitra bisa balik modal maksimal 2 tahun. Mitra juga wajib membeli bahan bumbu dan racikan saus langsung dari pusat.

Pengamat waralaba, Djoko Kurniawan berpendapat, kunci agar bisnis kemitraan agar langgeng adalah support system. Jika sistem yang dibangun antara pihak pusat dan mitra bisa berjalan baik dan konsisten, maka bisnis tersebut akan bertahan lama, apapun sektornya.

"Hal lainnya lagi, setiap bisnis harus paham betul siapa pasarnya. Kalau sudah paham pasarnya, maka kesulitan mencari tempat bisa diminimalisir, bisa lebih mudah. Begitu pula dengan marketingnya. Jadi kuncinya, target pasar harus jelas," tandasnya.              

Jank Jank Wings
Jl Bunga Cokelat No 6
Malang, Jawa Timur
HP. 082245902345

Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0509 || diagnostic_web = 0.3550

Close [X]
×