Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Yuk, mencicipi gudeg legendaris di Wijilan (3)

Minggu, 25 November 2018 / 06:55 WIB

Yuk, mencicipi gudeg legendaris di Wijilan (3)

KONTAN.CO.ID - Letak sentra gudeg di Jalan Wijilan yang tak jauh dari tempat wisata Kraton Yogyakarta memang jadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tak heran jika libur panjang tiba, sepanjang jalan berderet mobil yang parkir.  

Selain karena letaknya yang strategis, sentra gudeg Wijilan juga menjadi sentra gudeg pertama dan tertua di Yogyakarta. Ada sejumlah gerai gudeg legendaris, seperti Gudeg Yu Djum dan Gudeg Bu Slamet. Kabul Hendarto, karyawan Gudeg Yu Djum mengatakan, Gudeg Yu Djum membuka gerai di Jalan Wijilan sejak 1946.

Dulu, penjualan gudeg masih berupa lesehan. Penjual gudeg ada sejak tahun 1942. Setelah berdiri Gudeg Yu Djum, berkembang penjual gudeg lainnya. "Yang paling ramai sekitar tahun 1980 sampai 1990-an," terang Kabul.

Namun, penjual gudeg Wijilan silih berganti seiring berjalannya waktu. Hanya ada dua gerai yang bertahan sejak tahun 1940-an, yakni Gudeg Yu Djum dan Gudeg Bu Slamet. Sedangkan, gerai lainnya relatif baru, berdiri sekitar tahun 1980-1990.

Meski sudah 70 tahun lebih berdiri, gerai legendaris Gudeg Yu Djum  masih mempertahankan resep khas turun temurun. Kabul mengatakan, saat ini, karena Yu Djum sudah meninggal, bisnis Gudeg Yu Djum dikelola oleh generasi kedua.

Selain Gudeg Yu Djum, Gudeg Bu Lies juga sudah berada di tangan kedua.  Bahkan, sebagian besar bisnis gudeg di sentra gudeg Wijilan yang sudah lama berdiri, saat ini dikelola oleh anaknya. Namun, tetap ada yang dikelola oleh sang pendiri. "Tergantung umur bisnisnya, mungkin kalau Gudeg Yu Djum dan Gudeg Bu

Slamet sekarang sudah dilanjutkan oleh anaknya semua. Kalau Gudeg Bu Lies ini satu gerai dipegang oleh Bu Lies sendiri, satu gerai lagi dipegang oleh anaknya," kata Febri Ardian, karyawan Gudeg Bu Lies.

Gerai gudeg di sentra gudeg Wijilan terletak berderet dan saling berdekatan. Dari sekitar 15 gerai gudeg yang ada, tampak ada beberapa pelaku usaha yang memiliki lebih dari 1 gerai. Sebut saja Gudeg Yu Djum yang memiliki 3 gerai dan Gudeg Bu Lies yang memiliki 2 gerai di sepanjang Jalan Wijilan.  

"Sebenarnya gerai yang di sana ya sama saja, semua masaknya di sini. Nanti gudeg dari sini ya disetor ke sana. Buka lebih dari satu gerai karena kalau pas liburan, di sini penuh banget. Dulu pas gerainya ini saja, kami sering nolak pembeli atau bilang dibungkus saja. Lama-lama ya nggak enak nolak pembeli terus," kata Kabul.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Febri, adanya gerai lain bukan berarti memiliki perbedaan. Citarasa gudeg yang ditawarkan tetap sama karena diproduksi dari satu dapur. Demi memenuhi kenyamanan pelanggan yang sering membludak ketika liburan panjang datang, para pelaku usaha di sentra gudeg Wijilan memilih membangun lebih dari satu gerai.      

(Selesai)

Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0473 || diagnostic_web = 0.4121

Close [X]
×