Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.493
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS659.000 0,61%

Yuk, menelisik kampung batik di Tangerang (3)

Sabtu, 06 Oktober 2018 / 07:05 WIB

Yuk, menelisik kampung batik di Tangerang (3)

KONTAN.CO.ID - Selain menjadi sumber penghasilan, kegiatan membatik bagi warga Kampung Batik Kembang Mayang juga menjadi media terapi diri. Bagi mereka, membatik bisa melatih kesabaran.  

Muriani Oktavianti, salah satu perajin bilang, bila ibu-ibu yang awalnya suka tak sabar, kini lebih kalem. "Saya sendiri merasa lebih sabar dalam menghadapi kesulitan," tutur Muriani.

Para perajin ini juga mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi. Kini, sebagian perajin batik sudah mengantongi sertifikasi profesi pembatik yang berlaku sampai tiga tahun kedepan.

Semua kain batik dijual melalui sanggar. Lalu, hasil penjualannya dibagi rata untuk semua perajin. Alhasil, tak menimbulkan persaingan diantara perajin.  

Triatmi, perajin batik lainnya, juga mengakui tak ada persaingan di kampung batik ini. "Semua bekerjasama menyelesaikan pekerjaan. Penentuan harga kain batik pun dibicarakan bersama," jelasnya.

Selain memproduksi batik, para perajin juga membuka pelatihan membatik. Pesertanya datang dari berbagai kalangan dan wilayah. Bahkan, dari Kalimantan Tengah. Biaya pelatihan membatik mulai Rp 150.000-Rp 1 juta, tergantung jumlah pertemuan.  

"Pelatihan ini menjadi aksi nyata kami untuk memberantas buta batik di tengah-tengah maraknya kain print motif batik," ujar Muriani. Selain itu, perajin juga ingin mengedukasi anak-anak dari usia dini untuk lebih mengenal batik sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Disisi lain, menjadi pengajar tidaklah mudah bagi perajin. Terutama mereka yang tidak mempunyai pengalaman untuk mengajari orang lain.

"Paling susah itu adalah memberitahu pakem-pakem membatik kepada orang yang keras kepala," kata Muriani. Sebab, ada tata cara dalam proses membatik yang harus diikuti.

Contohnya, kompor dengan malam cair harus diletakkan disebalah kanan pembatik, tidak boleh disebalah kiri. Saat membatik dilarang untuk banyak berbicara atau mengobrol, dan lainnya. Seluruh aturan atau pakem tersebut wajib dipatuhi oleh semua pembatik ataupun pemula. Tujuannya, untuk menghasilkan kain batik yang bersih dengan cantingan yang rapi.

Selain itu, para perajin dan pengurus Sanggar Batik Kembang Mayang tidak melakukan strategi khusus untuk berpromosi. Mereka hanya memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook, lokasi mereka sudah viral.

Zulifni Adnan, Board of Director Kampoeng Batik Kembang Mayang berharap kedepan wilayahnya akan bisa memunculkan lebih banyak perajin batik. Impiannya bisa membentuk UKM-UKM batik dan usaha turunannya seperti jahit, laundry, dan makanan.  "Sehingga saat ada pengunjung datang kesini mereka bisa mendapatkan semuanya," tegasnya.         

(Selesai)

Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0583 || diagnostic_web = 0.4294

Close [X]
×