: WIB    --   
indikator  I  

Diana Rikasari, sarjana teknik nan lihai berbisnis

Diana Rikasari, sarjana teknik nan lihai berbisnis

MEMASUKI usia 33 tahun, Diana Rikasari berhasil bangun tiga usaha di bidang fesyen. Dikenal sebagai businesswoman lewat brand sepatu Up, kini ia mulai menjajal usaha clothing line dan tas dengan segmen yang beragam.

Tampil nyentrik dan keren, Diana Rikasari identik dengan model rambut bob, bermacam model kacamata, stocking, serta tone warna yang colorful. Sekali lirik, orang akan langsung tertarik dengan gaya berpakaiannya. Karakter fesyen yang ditampilkannya sangat kuat. Tak ayal, bidang inilah yang dipilihnya sebagai ladang usaha.

Penggila fesyen ini lulus dari Teknik Industri Universitas Indonesia pada tahun 2006. Menyukai dunia wirausaha sejak kecil, ia pun melanjutkan studi pada program master of science. Internasional Business Course di University of Nottingham. “Dari SMP, SMA, kuliah aku sudah suka dagang,” tutur Diana.

Diana remaja sering iseng menjajakan bermacam produk hasil desain dan bikinan sendiri. Ia menyebut beberapa hasil karyanya yang sempat dipasarkan, seperti stiker, bingkai foto, tali handphone, boxer, hingga tas. Tanpa disadari, keisengannya itulah yang menjadi cikal bakal wirausaha di dirinya.

Selain suka fesyen, Diana memang tertarik pada dunia desain. Meski kedua orang tuanya senang dengan kreativitas Diana semasa kecil hingga remaja, ia tetap tak leluasa untuk pilih sekolah desain. Akhirnya, Diana mengikuti saran orang tuanya untuk masuk Prodi Teknik Industri begitu lulus SMA.

Punya latar pendidikan yang bagus, jalan Diana menuju karir yang cemerlang sudah mulai terbuka. Benar saja, Ibu satu anak ini sempat jadi pegawai kantoran selama 2,5 tahun. Ikuti panggilan jiwa, pada tahun 2010 akhirnya Diana memberanikan diri banting setir ke dunia usaha.

Produk pertama dari usahanya adalah sepatu dengan merek Up yang diluncurkan pada tahun 2011. Passion diakui Diana menjadi alasan utama keputusannya berwirausaha. “Sebenarnya pada akhirnya kadang-kadang jurusan yang kita tekuni pas kuliah itu gak ada hubungannya sama passion,” ujar Diana.

Usaha sepatu Up pun dibangunnya dengan kerja keras. Modal pertamanya didapat dari tabungan pribadi yang dikumpulkan selama bekerja. Miliki kemampuan desain, produk sepatu Up di desain dan diproduksi oleh Diana sendiri. “Awalnya ada sekitar enam sepatu, bengkelnya di bandung, dan produksi nya masih berjalan sampai sekarang,” tutur Diana.

Menyasar kaum muda dari keluarga dengan ekonomi menengah ke atas, sepatu Up dijual dengan rentang harga Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Produk sepatu yang khusus dipasarkan secara online ini ternyata dapat sambutan positif dari konsumen. Tak hanya di Indonesia, pembelinya bertebaran di beberapa negara lainnya, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Meksiko, Rusia, hingga Amerika.

Sudah yakin Up bisa berjalan dengan stabil, kini Diana mulai bangun brand baru dengan produk dan pasar yang berbeda. “Sekarang bisnisnya ada tiga. Sepatunya Up, kalau baju Schmileymo, kalau tas-nya Sun of a Fun,” jelas Diana.


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Yudho Winarto

CEO

Feedback   ↑ x