PELUANG USAHA
Berita
Duh, segar peluang dari bisnis es cendol

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: CENDOL DAN CILOK

Duh, segar peluang dari bisnis es cendol


Telah dibaca sebanyak 5074 kali
Duh, segar peluang dari bisnis es cendol

Es cendol dan cilok merupakan kombinasi jajanan yang disukai banyak kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Lantaran banyak yang suka, kedua jajanan ini pun menjadi ladang usaha yang menarik bagi pebisnis makanan.

Salah satu pemain bisnis jajanan ini adalah Taufik di Bandung, Jawa Barat yang mengusung brand Es Cendol Belinda dan Cilok Aisyah. Sejak membuka kemitraan awal 2011, ia kini sudah berhasil menjaring enam orang mitra Es Cendol Belinda, dan tujuh mitra untuk Cilok Aisyah.

Menurut Taufik, es cendol buatannya merupakan es cendol khas Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia mengklaim, jajanan es cendolnya merupakan yang pertama dan satu-satunya di Bandung. Selain itu, minuman yang diolahnya juga tidak mengandung bahan pengawet buatan.

Untuk kemitraan es cendol Belinda, ia menawarkan biaya investasi sebesar Rp 4,5 juta. Dari biaya investasi itu, mitra mendapatkan peralatan seperti konter penjualan (booth), stiker booth, dua buah gentong, enam buah mangkok, enam buah sendok bebek, 50 gelas plastik, kain lap, dan bangku plastik. Selain itu, mitra juga memperoleh bahan baku sebanyak 25 porsi cendol, gula merah, dan santan.

Mitra bisa menjual cendol dengan harga Rp 4.000–Rp 6.000 per gelas. Taufik menargetkan, dalam sehari, mitra bisa menjual 50 gelas cendol, dengan omzet Rp 6 juta per bulan.

Sementara untuk kemitraan Cilok Aisyah, Taufik menawarkan biaya investasi sebesar Rp 3,5 juta. Nah, si mitra akan mendapatkan booth, peralatan lengkap, 30 tusuk cilok, stiker dan banner.

Taufik menargetkan, dalam sehari mitra bisa menjual cilok hingga 700 tusuk. Setiap porsi berisi 4 tusuk cilok yang dihargai Rp 6.000. Sementara harga beli ke pusat satu tusuknya Rp 1.000.

Taufik menjanjikan, dalam kurun dua hingga tiga bulan mitra sudah balik modal. Saat ini, mayoritas mitra usahanya berada di Bandung. Selain mitra yang mengambil paket konter, ia mengaku ada juga yang menggunakan sistem penjualan tanpa konter.

Menurutnya, sudah ada beberapa yang mengambil darinya untuk dijadikan menu hidangan penutup di restoran. "Mitra juga bisa beli putus Cendol Belinda, hanya dengan pasang banner atau bisa juga pakai sistem delivery," ujarnya.


Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 5074 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..