PELUANG USAHA
Berita
Gulma dan semut musuh utama jagung bonanza (2)

BUDIDAYA JAGUNG BONANZA

Gulma dan semut musuh utama jagung bonanza (2)


Telah dibaca sebanyak 2959 kali
Gulma dan semut musuh utama jagung bonanza (2)

Permintaan jagung manis bonanza sangat tinggi di pasar. Tak heran, banyak orang tertarik membudidayakan jagung asal Thailand ini.Apalagi, budidaya jagung manis ini juga tidak sulit.

Agus, petani jagung bonanza asal Lembang, Jawa Barat mengatakan, budidaya jagung bonanza tergolong mudah. "Cuma ada beberapa hal yang harus diperhatikan," katanya.

Menyangkut penyiapan lahan. Menurut Agus, tanah yang akan ditanami jagung bonanza harus tanah gembur. Lalu, buat lubang tanam dengan kedalaman 3 centimeter (cm) - 5 cm. Sementara ukuran jarak tanamnya sekitar 40 cm x 100 cm.

Setiap lubang tanam biasanya diisi dua hingga tiga butir benih jagung. Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan atau permulaan musim hujan, yakni sekitar bulan September hingga November.

Usia rawan tanaman ini adalah saat berusia 15 hari. Disebut rawan karena tanaman rentan terhadap pelbagai gangguan hama dan penyakit.
Salah satunya adalah serangan gulma atau rumput liar. Gulma ini biasanya tumbuh di sekitar tanaman jagung.

Selain gulma, tanaman ini juga rentan dikerubungi semut karena batangnya yang manis. Cara mengatasinya bisa dengan menyemprotkan pestisida. Supaya tumbuh normal, tanaman harus diberi pupuk. “Bisa dikasih pupuk urea dan NPK,” kata Agus.

Setelah melewati masa 15 hari dan tanaman tumbuh normal, bisa dipastikan budidaya jagung bonanza ini hampir seluruhnya sukses. Tahap berikutnya adalah melakukan pemupukan rutin sampai tanaman berbuah. Pemberian pupuk ini akan mempengaruhi ukuran tongkol jagung.

Bila kurang pupuk, biasanya tanaman menghasilkan buah jagung dengan tongkol kecil. Tapi bila pemberian pupuknya intensif, tongkol jagung akan berukuran besar dengan lingkaran warna merah.

Pembudidaya lainnya, Ronald Hutahaean mengatakan, tanaman jagung bonanza bisa dipanen empat kali dalam setahun. Namun, dalam waktu tertentu harus ada pergantian tanaman dengan komoditas lain. Dengan begitu, tanaman jagung tidak mudah terkena hama.

Pergantian itu bisa dilakukan setelah panen jagung pertama. Komoditas pengganti bisa kedelai atau kacang panjang. Soalnya, kedua tanaman itu mengisap nitrogen di udara sehingga bisa menjaga tanah tetap gembur.

“Rotasi tanaman ini perlu agar proses biologis tumbuhan di akar dan daun berjalan dengan baik,” ujar Agus.

MenurutAgus, biaya perawatan jagung bonanza sangat murah. Setiap hektar, ia hanya menghabiskan Rp 1 juta. Biaya itu sudha termausk untuk upah pekerja dan pembelian pupuk.   

(Selesai)

Editor: Havid Vebri
Telah dibaca sebanyak 2959 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..