PELUANG USAHA
Berita
Jelang Natal, penjualan aksesori Natal meningkat

BISNIS PERNAK-PERNIK NATAL

Jelang Natal, penjualan aksesori Natal meningkat


Telah dibaca sebanyak 1506 kali
Jelang Natal, penjualan aksesori Natal meningkat

Hari Raya Natal merupakan momen spesial bagi mereka yang merayakannya. Pelbagai persiapan pun dilakukan guna merayakan Natal, dari menghias rumah, membuat kue, hingga berburu pernak-pernik Natal.

Tak heran, para produsen pernak-pernik Natal selalu memanfaatkan momen ini untuk mendulang omzetnya. Salah satunya adalah Siska yang berdomisili di Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat.

Siska mengaku, permintaan pernak-pernik Natal sudah mulai meningkat sejak akhir Oktober lalu. "Biasanya tren ini berakhir sampai Januari nanti," ujarnya.

Selama rentang waktu tersebut, Siska bisa meraup omzet sebesar Rp 70 juta per bulan. Dengan dibantu tujuh karyawan, ia memproduksi aneka pernak-pernik Natal. Di antaranya, boneka santa klaus, kostum santa klaus, tas Natal, bantal Natal, hiasan pohon Natal, hiasan pintu, hingga hiasan interior di dalam rumah atau gedung.

Harga jual pernak-pernik Natal itu bervariasi. Tas natal, misalnya, dibanderol seharga Rp 15.000-Rp 40.000 per piece. Sementara paling mahal kostum santa klaus dewasa yang dibanderol seharga Rp 750.000 per piece.

Siska bilang, tas natal termasuk pernak-pernik yang paling banyak peminatnya. "Dalam sehari, saya bisa menerima pesanan minimal 50 pieces tas," ujar Siska yang terjun ke usaha ini sejak tahun 2006 lalu.

Selama ini, Siska banyak memasarkan pernak-pernik Natal secara online di www. sahabatsouvenir.com. Ia bilang, konsumennya tidak terbatas di Jakarta dan Pulau Jawa saja. Tapi juga sampai di Papua.

Selain Natal, Siska juga memproduksi pernak-pernik Valentine dan Idul Fitri. "Setelah Natal berlalu, mulai Januari, saya memproduksi pernak-pernik Valentine," katanya.

Sukses berjualan pernak-pernik Natal juga dirasakan Doddy Hendrata, pemilik usaha Doddy Floris Decoration di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sehari-harinya, ia lebih banyak menjual bunga-bunga artifisial atau artificial flower di toko miliknya.

Nah, menjelang Natal, Doddy memanfaatkan momen ini untuk memproduksi pernak-pernik Natal. "Saya sudah melakoni usaha ini sejak tiga tahun silam," katanya.

Doddy bilang, permintaan pernak-pernik natal tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Sepanjang musim Natal tahun lalu, ia mendulang omzet sebesar Rp 60 juta dari penjualan pernak-pernik natal.

Tapi, menjelang akhir November tahun ini saja, ia sudah meraup omzet sebesar Rp 40 juta. "Sampai saat perayaan Natal, saya menargetkan bisa meraup omzet sebesar Rp 80 juta hingga Rp 100 juta," katanya.

Doddy menjual aneka dekorasi Natal, seperti pohon natal dengan ketinggian mulai dari 90 centimeter (cm) sampai ketinggian 3,6 meter. Pohon natal ini dihargai mulai Rp 200.000 hingga Rp 9 juta per pohon.

Pelanggannya datang dari kalangan pengelola mal, hotel, restoran, perkantoran, gereja, dan umat kristiani. Selain pohon natal, Doddy juga menjual aneka pernak-pernik lain, seperti topi sinterklas, lampu-lampu natal, kaos kaki natal, dan tas-tas natal.

Editor: Havid Vebri
Telah dibaca sebanyak 1506 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Siap-siap, mobil murah tak lagi terjangkau

    +

    Harga mobil LCGC kemungkinan naik akibat inflasi dan pengurangan insentif.

    Baca lebih detail..

  • Adu gengsi produsen otomotif

    +

    Tren mobil baru di ajang Indonesia International Motor Show 2014.

    Baca lebih detail..