PELUANG USAHA
Berita
Melirik bisnis dari kursus teknologi informasi

TAWARAN KEMITRAN PENDIDIKAN: KURSUS TEKNOLOGI INFORMASI

Melirik bisnis dari kursus teknologi informasi


Telah dibaca sebanyak 2364 kali
Melirik bisnis dari kursus teknologi informasi

Tak bisa dipungkiri, sektor teknologi informasi (IT) kini sedang booming. Maklum, sekarang ini nyaris semua sektor ekonomi memerlukan dukungan TI.

Karena peranannya yang strategis, belakangan banyak orang tertarik mendalami seluk-beluk TI ini. Peluang itu yang ditangkap oleh Abdullah, pemilik Praxis IQ di Jakarta.

Praxis IQ merupakan lembaga kursus TI yang berdiri sejak 2009. Beberapa materi kursus di lembaga ini meliputi graphic design, web design, web programming, database administration, hingga hacking & TI security.

Biaya mengikuti pelatihan bervariasi. Paling murah Rp 2 juta per orang. Namun, materinya hanya materi dasar, seperti Microsoft Office. Adapun sertifikat yang diberikan hanya sertifikat Praxis IQ, bukan sertifikat internasional.

Sementara biaya paling mahal Rp 10 juta per orang, dengan lama pelatihan dua minggu. Selain materinya sudah memasuki tahap lanjutan, peserta juga akan mendapat sertifikat international. "Selama ini, peserta pelatihan kami banyak karyawan. Jadi, kami lebih melayani training TI ke perusahaan," ujar Abdulah.

Menariknya, tempat dan waktu pelatihan bisa ditentukan oleh konsumen atau peserta. Lokasinya bisa di hotel atau di kantor Praxis IQ. Lokasi ini menentukan biaya pelatihan karena fasilitas tempat ditanggung Praxis IQ. Minimal jumlah peserta dalam sekali program pelatihan ini sebanyak 10 orang.

Guna mengembangkan usahanya, sejak 2011 Praxis IQ mulai menawarkan kemitraan usaha mereka. Saat ini, Praxis IQ sudah memiliki tiga gerai. "Satu gerai milik kami dan dua gerai milik mitra," ujarnya.

Gerai mitra itu berlokasi di Malang dan Yogyakarta. Dalam kerja sama kemitraan, Praxis IQ mematok investasi Rp 150 juta. Investasi itu sudah termasuk kerja sama lima tahun, pembelian peralatan, modul dan materi training, pelatihan pendidik, dan marketing. Namun, belum termasuk biaya sewa tempat.

Mitra diharapkan bisa menyediakan tempat seluas 75 meter persegi. Tempat itu cukup untuk front office dan tiga ruang training.

Abdulah menjanjikan, mitra bisa memperoleh omzet Rp 100 juta per bulan. Adapun laba bersihnya 10%-15%. Dengan royalty fee 10% , mitra diharapkan bisa balik modal dalam waktu setahun.

Erwin Halim, pengamat waralaba dari Proverbs Consulting menilai, pelatihan TI sekarang ini sudah tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. "Mungkin banyak orang yang bisa belajar sendiri lewat internet lebih murah," jelasnya.

Selain itu, jasa pelatihan TI ini bukan produk atau jasa yang populer dalam bisnis franchise. Toh, Erwin berpendapat, pangsa pasar pelatihan TI masih terbuka.

Namun, franchisor tetap harus bisa menawarkan nilai tambah dari jasa pelatihannya ini. "Misalnya kerja sama dengan lembaga atau perusahaan TI Internasional yang bereputasi baik," ujarnya.

Waktu kursus juga bisa dipersingkat menjadi tiga hari. Sebab, bagi peserta kursus yang notabene karyawan, waktu menjadi penting.


Praxis IQ
Menara Rafindo Lt.10
Jl. Kebon Sirih Kav 75,
Jakarta Pusat
Telp: 021-44306999

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 2364 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..