kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bimbingan belajar yang beromzet Rp 52 juta


Rabu, 11 Juli 2012 / 17:04 WIB
Bimbingan belajar yang beromzet Rp 52 juta

Reporter: Fahriyadi, Noverius Laoli | Editor: Tri Adi

Bisnis bimbingan belajar (bimbel) masih menjanjikan. Bisnis ini terus berkembang karena peminatnya tak pernah surut. Peluang itu juga yang ditangkap oleh lembaga bimbel bernama Super Great Memory (SGM) di Jakarta. Berdiri tahun 2008, lembaga bimbel ini mulai menawarkan kemitraan sejak 2010 lalu.

SGM mengklaim, metode belajar yang mereka tawarkan berbeda dari bimbel lainnya. Rosdianawati, Managing Director SGM bilang, banyak bimbel memberikan materi berbasis mata pelajaran. "Tapi kami mengajarkan kepada siswa tentang bagaimana mengingat semua pelajaran, sehingga belajar bukan lagi menjadi beban melainkan sebuah keasyikan tersendiri," jelas perempuan 34 tahun ini.

SGM menawarkan beberapa metode belajar yang diharapkan mampu mengangkat prestasi belajar siswa. Metode tersebut di antaranya memory skill yang membantu siswa menghafal dengan baik, terutama rumus eksakta, peta buta, hingga menghafal tahun-tahun peristiwa sejarah.

Selain itu, ada pula metode memory map yang membantu siswa merangkum semua mata pelajaran sehingga bisa menarik intisari tanpa harus menghafal semua materi. "Kami juga menyediakan jasa belajar intensif di luar jam kursus ketika siswa akan menghadapi ujian di sekolahnya tanpa dikenakan biaya tambahan," jelasnya.

Saat ini, SGM sudah memiliki lima cabang. Perinciannya dua gerai milik mitra dan tiga milik sendiri. Semua gerai berlokasi di Jakarta.

Untuk menjadi mitra, Anda harus menyediakan dana Rp 150 juta. Mitra akan mendapat peralatan lengkap, standar operasional, dan pelatihan tenaga pengajar.

Untuk tempat belajar, mitra disarankan menyediakan tiga ruang kelas. Setiap kelas berisi minimal 12 siswa. SGM sendiri menyediakan paket bimbel mulai tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA).

Setiap siswa yang belajar di tempat ini dikenakan biaya Rp 5,2 juta untuk 10 bulan. Dalam sebulan, mitra diharapkan bisa menarik minimal 10 siswa untuk bergabung. "Dari situ, mitra bisa meraup omzet Rp 52 juta," katanya. Setelah dipotong royalty fee 17,5%, mitra bisa balik modal sekitar dua tahun.

Evi Diah Puspitawati, Franchise Department Head PT Panen Raya Bersama, mengatakan bahwa bisnis pendidikan masih memiliki prospek yang menjanjikan saat ini. Menurutnya, minat orang tua mengikutkan anaknya ke tempat bimbel masih tinggi.

Kendati peluangnya masih ada, tapi tingkat persaingan bisnis bimbel sudah cukup ketat. Agar bisa bersaing, pebisnis lembaga bimbel dituntut memiliki metode pembelajaran yang baru dan menarik dibandingkan lembaga bimbel lainnya. Bagi calon mitra, sebaiknya pelajari dulu bisnis yang ditawarkan franchisor. Pelajari seberapa besar dukungan, training, dan program yang dimiliki franchisor sebelum bekerja sama.

Super Great Memory
Perkantoran Green Garden Blok Z2 No. 43,
Jakarta Barat 11520
Telp:021-58302417





TERBARU

Close [X]
×