PELUANG USAHA
Berita
Peluang sedap bisnis kuliner olahan bebek

TAWARAN KEMITRAAN

Peluang sedap bisnis kuliner olahan bebek


Telah dibaca sebanyak 3628 kali
Peluang sedap bisnis kuliner olahan bebek

Bisnis kuliner olahan bebek kian menjamur. Setiap saat selalu saja ada pemain baru yang meramaikan usaha ini. Bisnis ini makin ramai pemain baru lantaran banyak dari mereka yang menawarkan waralaba dan kemitraan.

Tawaran kemitraan terbaru datang dari Andhika Arya Ramadhani, pemilik rumah makan Raja Bebek (Rabek) di Madura, Jawa Timur. Andhika mendirikan usaha ini sejak tahun 2010. Sejatinya, kerjasama kemitraan ini baru ditawarkan resmi pada November mendatang.

Soalnya, sekarang ia sedang menjalani pelatihan program pengembangan waralaba nasional (PPWN) oleh Kementerian Perdagangan. "Tapi kalau sekarang ada calon mitra berminat sudah bisa," katanya.

Menurut Andhika, saat ini sudah ada beberapa calon mitra yang mengajukan proposal kerjasama. Ia sendiri sudah memiliki dua cabang Raja Bebek di Madura dan Surabaya.

Dalam kemitraan ini, Andhika menawarkan paket mini resto senilai Rp 150 juta untuk lokasi Jawa Timur. Sementara di luar Jawa Timur dikenakan biaya Rp 200 juta. Biaya itu sudah termasuk franchisee fee Rp 50 juta.

Mitra mendapatkan desain interior dan eksterior restoran, meja, kursi, kitchen set, training karyawan, dan bahan baku senilai Rp 20 juta. Andhika juga akan membantu mitra dalam hal promosi.

Mitra sendiri diwajibkan menyediakan tempat seluas 120 meter persegi, dan memiliki cadangan modal untuk tiga bulan usaha. “Saya tak mau sudah promosi satu dua bulan, tapi ternyata usaha tak berjalan karena modal kurang,” ujarnya.

Pasokan bebeknya  bisa dibeli di pusat atau ke suplier yang telah ditentukan oleh Rabek. Namun, untuk bumbu masakan wajib membeli dari pusat. Untuk keperluan bahan baku ini, mitra bisa menghabiskan dana minimal Rp 40 juta per bulan.

Restoran Rabek menyediakan menu andalan bebek muda goreng yang dihargai Rp 18.000 per porsi dan bebek protol goreng seharga Rp 16.000 per porsi. Ia menargetkan, mitra Rabek bisa menjual 160 porsi bebek muda dan 40 porsi bebek protol per hari. Dari situ, omzet per bulan mencapai Rp 100 juta.

Ia menjanjikan laba bersih usaha ini 20% dari omzet. Dengan royalti fee 2% dari omzet per bulan, mitra bisa balik modal dalam waktu 14 bulan.

 

Raja Bebek                                                                                                                                                                                                                       Jalan Raya Teuku Umar Blok 2                                                                                                                                                                                      Pertokoan Senenan Bangkalan,                                                                                                                                                                                 Madura, Jawa Timur                                                                                                                                                                                                           HP: 085655221119

Editor: Havid Vebri
Sumber: Kontan 11/10/2012
Telah dibaca sebanyak 3628 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..