PELUANG USAHA
Berita
Pendidik para peracik secangkir kopi nan nikmat

PROFESI INSTRUKTUR BARISTA

Pendidik para peracik secangkir kopi nan nikmat


Telah dibaca sebanyak 6123 kali
Pendidik para peracik secangkir kopi nan nikmat

Keandalan barista atau peracik kopi profesional tidak bisa langsung muncul tanpa pengalaman dan pelatihan. Instruktur barista profesional berperan vital mencetak barista andal. Selain meracik kopi, instruktur barista juga mengajarkan estetika kopi. Saat ini masih minim tempat kursus khusus barista.

Kopi barangkali menjadi minuman yang banyak mempunyai penggemar di seluruh dunia. Selain nikmat, secangkir kopi memberi rasa tenang dan minimal dipercaya efektif sebagai pengusir kantuk.

Kendati menyeduh kopi bisa dilakukan siapa saja, racikan yang pas tentu menambah citarasa kopi semakin mantap. Di sinilah peranan barista, profesi peracik kopi, terasa penting bagi penyajian secangkir kopi nan nikmat, terutama di kafe dan kedai kopi.

Agar menjadi barista profesional, seseorang perlu mengikuti pelatihan. Saat ini, sudah ada tempat kursus yang mendidik barista profesional. Seorang pengajar kursus barista atau instruktur barista siap melatih calon barista, mulai dari pemilihan kopi, komposisi racikan, hingga estetika.

Salah satu instruktur barista ini adalah Franky Angkawijaya. Franky adalah pemilik sekaligus pengajar di Esperto Barista Course di Senayan, Jakarta.

Sebagai instruktur barista, ia tidak cuma mengajarkan cara meracik kopi yang nikmat. Dia juga mengajarkan serta menanamkan estetika tentang kopi, seperti cara membedakan kopi lewat aroma, rasa, serta selalu mengedepankan unsur kebersihan dalam bekerja.

Franky sudah berkecimpung dengan kopi selama 12 tahun. Menurutnya kopi lebih dari sekadar minuman, melainkan juga bagian seni. Instruktur barista harus mampu mencetak anak didiknya bisa menyajikan kopi nikmat full body. Artinya, kopi buatannya harus mampu menampilkan semua karakteristik di dalam kopi, mulai rasa, aroma hingga warna. "Itulah sebabnya segelas kopi di kafe atau kedai kopi premium sangat mahal," ujarnya.

Pengajar barista juga wajib memberi pengetahuan tentang mesin pembuat kopi kepada anak didiknya. Harga mesin yang mahal mencapai Rp 100 juta-an akan percuma jika sang barista tak lihai menggunakannya. Karena itu, di tempat kursusnya Franky membekali anak didiknya dengan praktek membuat kopi dengan mesin berbagai merek.

Walau baru setahun menjadi instruktur barista, pengalamannya sebagai penikmat kopi, pemasok kopi, dan mesin pembuat kopi, memantapkannya agar terus menekuni profesi ini. Sebagai penikmat kopi, Franky mengaku sudah pernah mencicipi dan merasakan semua jenis kopi dari berbagai belahan dunia.

Franky bilang, saat ini belum banyak tempat kursus barista yang memiliki metode pengajaran jelas dan kurikulum tetap. Tarif kursus yang hanya berlangsung tiga hari ini lumayan tinggi mencapai Rp 3,3 juta per orang.

Setiap bulan Esperto Brista Course bisa mengumpulkan uang Rp 60 juta dari 20 siswa. Kursus barista tidak hanya diikuti calon barista namun juga masyarakat umum yang kepengin menyeduh sendiri secangkir kopi nikmat.




Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 6123 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..