: WIB    --   
indikator  I  

Sawo jumbo untungnya pun jumbo (1)

Penggemar tanaman sawo jumbo semakin banyak. Soalnya, sawo bisa ditanam di halaman rumah. Di Indonesia, bibit sawo jumbo yang banyak dibudidayakan berasal dari Australia dan Malaysia. Pembudidaya sawo berukuran hingga dua kali bola tenis ini bisa meraup omzet Rp 50 juta sebulan.

Di negara kita, sawo sangat populer. Banyak orang yang menanam tanaman yang warna buahnya sama dengan kulit orang Indonesia kebanyakan ini di pekarangan rumah. Rasanya yang manis membuat banyak orang suka sawo.

Selain berbentuk bulat seukuran telur ayam, ada juga sawo yang berukuran jumbo, bisa mencapai dua kali bola tenis, dengan bobot hingga 500 gram.

Sawo berukuran besar ini kondang dengan sebutan sawo jumbo. Ada dua varian sawo jumbo yang banyak dibudidayakan di Indonesia: sawo jumbo australia dan sawo jumbo malaysia.

Karena ukuran buahnya yang gede, banyak orang yang kemudian tertarik membudidayakannya. Alhasil, permintaan bibit sawo jumbo tinggi.

Teguh Jaya, salah seorang pekebun yang membudidayakan sawo jumbo australia mulai merintis usaha penjualan bibit sawo jumbo sejak tahun 2008 lalu. "Omzet saya sekarang mencapai Rp 50 juta per bulan," kata pembudidaya sawo dari Malang, Jawa Timur ini.

Dari pendapatan bibit itu, ia mengantongi laba bersih 70%.

Tapi, Teguh mengungkapkan, bibit sawo jumbo australia membutuhkan perawatan yang ekstra hati-hati. Soalnya, tanaman buah ini gampang sekali stres. Akibatnya, bisa tidak berbuah atau cepat mati.

Hanya, usaha pembibitan sawo termasuk sawo jumbo australia tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Dengan lahan setengah hektare saja, Teguh sudah bisa menampung 10.000 bibit. Dari 10.000 bibit itu, bibit sawo jumbo australia sekitar 5.000 batang. Sisanya bibit sawo lain termasuk sawo varian mentimun.

Bibit sawo jumbo australia memiliki tinggi mulai 80 centimeter (cm) hingga 100 cm. Untuk bibit yang berukuran 80 cm, Teguh membanderol dengan harga Rp 85.000 per batang. Sedang yang ukuran 100 cm dijual Rp 100.000 per batang.

Namun, jika membeli lebih dari 10 bibit, Teguh memberikan diskon 10%. Sementara, jika memborong lebih dari 100 pohon, harganya cuma Rp 50.000 per batang.

Teguh bilang, prospek usaha pembibitan sawo jumbo australia masih cerah. Sebab, peminatnya sangat banyak. Terlebih, sawo jenis ini bisa ditanam di pekarangan rumah. "Peminat bibit sawo jumbo tersebar, mulai dari Lampung, Bandung, Bogor, Malang, hingga Papua," ujarnya.

Ahmad Ikhsan, pembudidaya sawo jumbo asal Semarang, Jawa Tengah, membenarkan usaha pembibitan sawo jumbo menjanjikan. Dari menjual bibit sawo jumbo ciku mega atau malaysia. dia bisa meraup penghasilan sebanyak Rp 50 juta per bulan, dengan laba bersih sekitar 80%. "Bibit sawo jumbo yang saya jual memiliki tinggi antara 30 cm - 40 cm," kata Ahmad.

(Bersambung)


Reporter Noverius Laoli
Editor Tri Adi
BUDIDAYA SAWO JUMBO

Feedback   ↑ x