kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS935.000 1,08%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Ambisi Dtech Engeneering berikutnya adalah merambah kendaraan listrik


Sabtu, 03 April 2021 / 08:00 WIB
Ambisi Dtech Engeneering berikutnya adalah merambah kendaraan listrik

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat awal usaha di bidang disan teknik, Dtech Engineering langsung memanfaatkan situs crowd sourcing. Langkah Dtech Engineering terbilang tepat.

Di saat awal usahanya, Dtech Engineering sudah sanggup meraup omzet antara Rp 200 juta-Rp 300 juta per bulan. Jumlah yang terbilang besar. Apalagi pada saat itu jumlah karyawannya masih delapan orang saja.

Melihat potensi yang besar, Dtech berupaya mengembangkan lini bisnis. Mulai tahun 2018, Dtech tak hanya menggarap proyek desain teknik, melainkan juga menggarap produk teknologi. Sebelumnya, bidang ini lebih banyak digarap oleh perusahaan luar negeri.

Untuk menghasilkan produk teknologi buatan sendiri, Dtech menjalin kerjasama dengan sebuah perguruan tinggi untuk menjalankan penelitian. Butuh waktu dua tahun penelitian hingga akhirnya berhasil memproduksi produk teknologi mesin computer numerical control (CNC) di tahun 2020.

Boleh dibilang keberhasilan membuat CNC menjadi tonggak bagi Dtech dalam membuat produk-produk teknologi lain. Misalnya, perusahaan ini bisa membuat berbagai produk suku cadang mesin. Dtech mencatat, mesin CNC sudah melahirkan sebanyak 18.000 produk teknologi yang dipesan oleh klien Dtech Engineering.

Logo Jagoan Lokal Joglo Semar

Dari pengembangan mesin CNC, saat ini omzet Dtech Engineering langsung melejit hingga Rp 1,4 miliar per bulan. Arfi'an pun menargetkan, pendapatan Dtech hingga akhir tahun ini bisa bertambah besar lagi dengan target senilai Rp 3,2 miliar per bulan.

Target omzet tersebut berasal dari pendapatan produk teknologi serta layanan desain teknologi bagi pelanggan lama Dtech Engineering. "Bisnis ini tidak terdampak pandemi korona sama sekali," tandas dia kepada KONTAN.

Dengan sumberdaya sebanyak 60 pekerja, Arfi'an pun tetap melanjutkan inovasi di bidang teknologi. Agenda terbaru, Dtech Engineering kini mulai melirik pengembangan teknologi kendaraan listrik.

Arfi'an melihat, potensi pasar teknologi kendaraan listrik masih besar sementara pemainnya terbatas. Ia menargetkan, Dtech menggelar riset kendaraan listrik mulai September 2021.

Dtech juga tetap berinovasi di desain produk teknologi lain karena potensinya juga besar. Kalkulasi Arfi'an, nilai impor produk teknologi di Indonesia mencapai triliunan rupiah per tahun.

Selanjutnya: Pemasaran digital membantu laju bisnis Spedagi di usaha sepeda bambu

 




TERBARU
Kontan Academy
(VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2 Panduan cepat Strategi Pemasaran Berbasis KPI

[X]
×