kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS935.000 1,08%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Pemasaran digital membantu laju bisnis Spedagi di usaha sepeda bambu


Sabtu, 20 Maret 2021 / 06:10 WIB
Pemasaran digital membantu laju bisnis Spedagi di usaha sepeda bambu
Sepeda berbahan bambu produksi Spedagi

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para pebisnis di masa pandemi sudah pasti memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalkan pemasaran. Upaya ini juga dilakukan oleh Spedagi, pembuat sepeda bambu dari Temanggung, Jawa Tengah.

Menurut Tri Wahyuni, Penanggungjawab produk Spedagi, dirinya memang memanfaatkan pemasaran digital untuk menjual sepeda bambu besutannya. Malah Tri aman bersyukur bisa memanfaatkan sarana digital seperti Instagram untuk memasarkan sepeda bambu di masa pandemi virus korona.

Selain wilayah pemasarannya bisa menjangkau sejumlah daerah, Spedagi juga tidak perlu membuka toko offline yang sudah pasti bakal menambah ongkos operasional. Inilah yang menurut Tri jadi nilai lebih dari memanfaatkan media sosial buat sarana pemasaran produk.

"Zaman sekarang lewat media sosial dan e-commerce lebih praktis dan minim biaya,” katanya kepada KONTAN, Jumat (19/3).

Jagoan Lokal Joglo Semar - Bangga Buatan Indonesia

Hasilnya pun langsung terlihat. Meski basis produksi Spedagi ada di Temanggung, sekitar 80% pembeli sepeda bambu buatan mereka justru berasal dari Jakarta. Selebihnya adalah para konsumen yang berasal dari beberapa daerah yang tersebar di Pulau Jawa.

Sedangkan dari status sosial, Tri mengakui, para pembeli Spedagi dari kalangan menengah atas yang sudah mengetahui kualitas sepeda bambu racikannya. Sehingga, dari sisi harga cukup mahal.

Dengan keunikan tersebut, Spedagi dalam satu bulan bisa meraup omzet hingga Rp 100 juta sebulan dan selalu stabil selama pandemi berlangsung. Khusus tahun ini, Tri optimistis, omzet Spedagi bakal melonjak lagi. Dia menargetkan, pendapatannya bisa di atas Rp 100 juta dalam satu bulan.

Untuk bisa mencapai target pendapatan tersebut, Tri menyebutkan, Spedagi bakal melakukan inovasi produk. Salah satunya adalah membuat sepeda bambu dengan harga yang lebih ramah di kantong. Sayang, ia tidak memerinci besaran harganya.

Upaya berikutnya: memperbesar kapasitas produksi. Tapi, Tri tidak mengungkapkan angkanya. Langkah ini untuk mengakomodir tambahan varian sepeda bambu. Kemudian, langkah lainnya yang tidak kalah penting adalah mengoptimalkan pemasaran sepeda bambu di marketlpace. Dengan begitu, bisa menjangkau lebih banyak lagi pasar di dalam negeri. 

Jagoan Lokal - Joglo Semar: Liputan Bangga Buatan Indonesia merupakan liputan bersama KONTAN, KOMPAS, Kompas.com dan Kompas TV untuk mendukung kemajuan UMKM Indonesia.

Selanjutnya:

 

 

 

 




TERBARU
Kontan Academy
(VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2 Panduan cepat Strategi Pemasaran Berbasis KPI

[X]
×