kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Aplikasi digital bagi nahdliyin dan santri


Sabtu, 01 Februari 2020 / 13:20 WIB
Aplikasi digital bagi nahdliyin dan santri

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengembangkan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan transaksi digital warga Nahdliyyin dan umat Islam secara umum. Ketiga aplikasi tersebut ialah Nujek, Nucash, dan Kesan.

Nujek atau Nusantara Ojek menawarkan beberapa kelebihan dibanding aplikasi ojek online (ojol) lain. Pertama, pengguna yang merasa cocok dengan pelayanan pengemudi dapat menerapkan berlangganan pada si pengemudi. 
 
Kedua, dapat memilih pengemudi langsung, berdasarkan jarak, jenis kendaraan, rating pengemudi. Ketiga, khusus pelanggan wanita, bisa memilih pengemudi wanita. Keempat, pengguna dapat melakukan stop & go hanya dengan scan QR Code.
Nujek menargetkan 1 juta pengguna aktif hingga akhir 2020. Total pengguna Nujek saat ini sudah ada diangka 100.000 dengan jumlah mitra 20.000 pengemudi.
"Target mitra driver sampai dengan 100.000 tahun ini. Kami memang menyasar kota kecil seperti Gorontalo yang paling besar penggunanya. Kami baru 15 kota tapi sudah ada pengajuan di 60 kota," kata Moch Ghozali, Chief Executive Officer (CEO) Nujek, Rabu (29/1).
 
Selain peningkatan di pengguna, Moch Ghozali juga menyebut Nujek sudah mendapatkan pendanaan awal dari perusahaan asal Korea Selatan. Untuk tahap awal ada atau fund rise US$ 400.000 sudah masuk.
Nantinya dana hasil pendanaan tersebut akan digunakan untuk pengembangan layanan operasional Nujek di 15 kota. Untuk Jakarta sendiri baru Nujek baru akan aktif mulai April 2020 mendatang.
 
Sedangkan integrasi dengan aplikasi bagi nahdiyin lainnya adalah Kesan. Di aplikasi Kesan terdapat fitur berupa marketplace halal yang mengutamakan produk dari para santri.
 
"Kesan nanti kami kerjasama pengiriman produknya, tapi belum jalan. Kami akan launching dengan Nucash  dan KESAN kemungkinan April," tutur Ghozali.
Nucash  sendiri yang akan resmi digunakan sebagai pembayaran utama di Nujek. Wakil Sekjen PBNU yang juga Pelaksana Nucash  Muhammad Said Aqil menyebut aplikasi ini solusi transaksi digital bagi warga NU dan warga muslim umum.
 
Melalui Nucash  pengguna dapat melakukan transaksi mulai dari zakat, infak, sedekah, wakaf, dan lainnya. Nucash  juga sudah terjamin keamanannya lantaran sudah mendapatkan lisensi dan diawasi langsung oleh Bank Indonesia (BI).
 
"Kami selain pembayaran elektronik, juga bisa transfer dana sesama pemilik Nucash. Fiturnya semua program NU menjembatani warga NU dengan program NU," jelas Muhammad.
 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj bilang, digitalisasi adalah sebuah hal yang tak bisa dihindari. Dia berharap warga NU mampu menguasai teknologi ini.    
 




TERBARU

Close [X]
×