kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45830,70   -7,12   -0.85%
  • EMAS940.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Aplikasi Djuragan Voucher dorong omset dengan metode gotong royong


Selasa, 06 April 2021 / 16:17 WIB
Aplikasi Djuragan Voucher dorong omset dengan metode gotong royong
ILUSTRASI. Aplikasi Djuragan Voucher.

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi krisis ekonomi akibat bencana internasional pandemi covid 19 tentunya juga turut memporakporandakan dunia usaha masyarakat bisnis Indonesia, baik usaha yang berskala UMKM hingga usaha yang berskala nasional pun juga tidak luput dari dampak negatif pandemi covid 19. 

Mulai dari penurunan omset, pengurangan karyawan hingga menutup sementara kegiatan usaha pun banyak dialami oleh masyrakat bisnis 
Indonesia. Oleh karena itu dinilai perlu adanya strategi nasional untuk memperbaiki kondisi masyarakat bisnis Indonesia, agar bisnisnya dapat bergerak maksimal kembali dan omset optimal pun dapat dicapai. 

Strategi nasional yang dapat dilakukan dalam memperbaiki iklim dunia usaha di Indonesia khususnya UMKM adalah dengan melakukan gotong royong berbasis voucher.

Baca Juga: Tanamduit masuk 5 startup reksadana teratas di dunia

Salah satunya yang digagas Djuragan Kreatif Indonesia berupa Aplikasi Djuragan Voucher yang saat ini aplikasi ini dikembangkan sebagai  aplikasi nir laba  untuk mendorong bangkitnya masyarakat bisnis Indonesia. Djuragan Voucher terus berkolaborasi dengan pelaku bisnis maupun umkm dalam mengalokasikan dana promosi mereka secara bergotong royong untuk saling menopang pemasaran. 

Salah satu pelaku bisnis Jaringan Kost Eksklusif D'Paragon, Syarief Hidayat, selaku CEO Dparagon, menyebutkan strategi nasional berasas gotong royong ini, sangat penting terutama di Masa Pandemi, pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya promo dan pemasaran yang besar di tengah kondisi sulit sekarang ini. 

"Dengan adanya Djuragan Voucher ini sangat membantu D’Paragon dalam bertahan selama pandemi ini. Kami masih bisa memberikan program nginep dan ngkost gratis kepada konsumen, sehingga kami tetap konsumen merasa sangat diringankan biaya hidupnya ketika mereka tinggal di D'Paragon," kata dia dalam keterangannya, Selasa (6/4).

Dimana dalam gotong royong berbasis voucher ini masing-masing pelaku usaha menerbitkan voucher berupa potongan harga dihitung berdasarkan rasio biaya promo terhadap omset, yang biasa dikeluarkan guna kegiatan promo bisnisnya. 

Baca Juga: Meskipun hanya lulus SMA, tapi pria ini mampu ekspor teknologi tinggi

Dari masing-masing voucher yang diterbitkan pelaku-pelaku usaha tersebut maka dapat dilakukan strategi guna meningkatkan kunjungan konsumen, memperluas segmentasi konsumen dan meningkatkan nilai uang konsumen agar omset pun meningkat 

Hal Senada juga diungkap oleh Santi, selaku pelaku usaha toko batik di Yogyakarta, kami mampu memberikan berbagai program diskon kepada konsumen kami dengan hanya memberikan voucher pelaku usaha lain yang belanja di tempat kami. 

"Ini sangat signifikan, misal konsumen bisa saja berada di sebuah toko batik seperti di tempat saya, nah di situ pelaku usaha (toko batik) bisa memberikan voucher potongan harga makan, atau dia memberikan voucher di salon kecantikan sekaligus pada konsumennya, hal hal gotong royong seperti ini sangat membantu sehingga ini akan saling menguntungkan antara tempat usaha yang satu dengan yang lain," ungkap Santi.  

Selanjutnya: Tahun depan, Qlue akan garap pasar luar negeri

 


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×