CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Astro Raih Pendanaan Seri B Senilai US$ 60 Juta


Senin, 30 Mei 2022 / 11:38 WIB
Astro Raih Pendanaan Seri B Senilai US$ 60 Juta
ILUSTRASI. Tampilan aplikasi start up quick commerce Astro.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Astro yang merupakan platform yang menawarkan pengiriman e-Groceries dalam 15 menit, telah mendapatkan pendanaan seri B senilai US$ 60 juta untuk mewujudkan misi membuat hidup pelanggan lebih sederhana dan mudah.

Pendanaan ini dipimpin oleh Accel, Citius dan Tiger Global dengan total pendanaan lebih dari US$ 90 juta semenjak Astro mulai pada September 2021. Adapun investor yang terlibat sebelumnya, seperti AC Ventures, Global Founders Capital, Lightspeed dan Sequoia Capital India juga bergabung dalam putaran ini.

Pendanaan ini akan digunakan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan kinerja produk layanan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pelanggan, serta meningkatkan jumlah tim Astronaut.

Saat ini, pelayanan Astro 15-menit e-Groceries telah beroperasi di hampir 50 lokasi di daerah Jabodetabek. Sejak pendanaan seri A, Astro telah bertumbuh lebih dari 10 kali dengan operasional yang lebih efisien ke pelanggan. Jumlah Astronaut (sebutan bagi tim Astro) telah melampaui 200 orang, sambil melaksanakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengakomodasi fleksibilitas bekerja di masa COVID-19.

Baca Juga: Aksi Tokban Mengincar Pasar Kontraktor dan Toko Bangunan

Pertumbuhan cepat tercapai berkat kecintaan pelanggan terhadap pelayanan Astro, dengan total aplikasi yang telah diunduh hingga mendekati 1 juta dan mendapatkan nilai rating yang tinggi. Tingkat penggunaan pelanggan juga meningkat seiring dengan waktu dan ini menjadi kunci bagi Astro untuk membuat fundamental keuangan yang baik untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkualitas.

Bagi Astro, ini merupakan langkah awal karena e-grocery sebagai sektor ritel hanya memiliki penetrasi digital sebesar 0.4% dibandingkan dengan 10% penetrasi untuk e-commerce. Dengan pandemi yang mengakselerasi penetrasi digital, e-Groceries memiliki kesempatan besar dengan pangsa pasar mencapai US$6 miliar pada 2025. Ini membuka kesempatan besar setidaknya US$1 miliar setiap tahunnya.

CO-Founder sekaligus CEO Astro Vincent Tjendra mengatakan, astro memiliki misi untuk mempermudah hidup pelanggan. Tim Astronaut terus melayani pelanggan ketika diperlukan terutama di masa-masa sulit seperti Omnicron COVID-19 kemarin di mana Indonesia mengalami jumlah kasus tertinggi.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan Accel, Citius dan Tiger Global untuk mempercepat misi kami. Kami akan fokus untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan talenta terbaik di seluruh Indonesia untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan,” tutur Vincent dalam keterangan resminya, Senin (30/5).

Baca Juga: Astro Kembali Mendapat Pendanaan Seri A Untuk Perluas Pasar

Astro juga berkolaborasi dengan bisnis lokal dalam meluncurkan private label. Produk pertama yang diluncurkan adalah kopi dan roti, dengan beberapa kue manis untuk momen Ramadan lalu. Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha Astro dalam berkolaborasi dengan petani lokal untuk memiliki akses yang lebih dekat dengan konsumen, dengan menawarkan pilihan hidroponik, buah segar, dan sayuran dalam 15 menit.

Selain menjanjikan pengiriman barang dalam waktu 15 menit, Astro menawarkan 1.500+ SKU dengan harga bersaing yang tersedia 24/7 melalui aplikasi. Aplikasi Astro dibuat dengan mempertimbangkan aksesibilitas bagi pelanggan berapapun umur mereka dengan memastikan bahwa penggunaannya cukup sederhana dan mudah bahkan bagi mereka yang belum pernah menggunakan aplikasi e-groceries sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental THE FUTURE OF SELLING

[X]
×