kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS917.000 -0,76%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bangga Buatan Indonesia: Cocoon Asia ukir pendapatan dari furnitur ramah lingkungan


Sabtu, 17 April 2021 / 06:23 WIB
Bangga Buatan Indonesia: Cocoon Asia ukir pendapatan dari furnitur ramah lingkungan
Aneka furnitur kayu produksi Cocoon Asia.

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pandemi virus korona tidak cuma menghantam perusahaan besar, tetapi juga menimpa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Seperti yang terjadi pada Cocoon Asia, salah satu UMKM yang berkecimpung di kerajinan furnitur kayu asal Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

Djudjuk Aryati, pemilik Cocoon Asia, bercerita, usahanya sempat berhenti produksi selama tiga bulan di awal pandemi korona tahun lalu. Lantaran, pasar utama Cocoon Asia adalah pasar ekspor.

Apalagi di awal pandemi Covid-19, pasar global terdampak hebat. Djudjuk pun membuat keputusan pahit, lebih baik menghentikan produksi di periode tersebut untuk melihat kondisi pasar global.

Tidak cuma pasar global yang tidak menentu, Cocoon Asia juga harus menghadapi persoalan kelangkaan kontainer di pelabuhan selama pandemi. Padahal, kontainer amat penting bagi mereka untuk melancarkan kegiatan ekspor. Apalagi, sebelumnya Cocoon Asia mengekspor produk ke 10 negara yang menjadi tujuan ekspor.

Djudjuk pun harus memutar otak menghadapi kondisi bisnis yang tidak bersahabat tersebut. Kebetulan, selama 15 tahun menggeluti bisnis kerajinan furnitur kayu, pasar utamanya adalah ekspor. Cocoon Asia pun sudah membangun jaringan di sejumlah negara.

Bangga Buatan Indonsia: Jagoan Lokal Joglo Semar

Karena mengincar pasar ekspor, Cocoon Asia juga telah melengkapi persyaratan ekspor di negara-negara tujuan. Terutama adalah keberadaan sertifikat asal kayu produksi Cocoon Asia yang bukan dari hutan, melainkan kebanyakan dari kayu rumah tua yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Mereka juga sudah melaksanakan audit sosial untuk usaha furniturnya.

Berbekal jaringan dan sertifikat produk yang ramah lingkungan yang sudah di tangan, Djudjuk pun mulai gencar lagi memasarkan produknya ke sejumlah negara, baik dengan korespondensi ataupun secara digital. Terutama, negara yang sudah bisa membuka gerbang perdagangan internasional dan sudah mulai pulih dari hantaman pandemi virus korona.  

"Karena buyer tidak bisa terbang langsung ke Indonesia dan mereka tidak mau gambling memilih supplier, mereka pun lebih baik percaya pada hal-hal yang telah diaudit" ungkap Djudjuk kepada KONTAN beberapa waktu lalu.

Akhirnya, roda bisnis Cocoon Asia pun kembali berputar di masa pandemi korona. Secara perlahan, pendapatannya mulai kembali merangkak naik.

Jagoan Lokal - Joglo Semar: Liputan Bangga Buatan Indonesia merupakan liputan bersama KONTAN, KOMPAS, Kompas.com dan Kompas TV untuk mendukung kemajuan UMKM Indonesia.

Selanjutnya:

 




TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×