kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bekraf tutup Demoday FSI 2017 di Bandung


Rabu, 19 Juli 2017 / 12:15 WIB
Bekraf tutup Demoday FSI 2017 di Bandung


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Rizki Caturini

BANDUNG. Demoday Food Startup Indonesia (FSI) yang digelar di Bandung menutup penyelenggaraan demoday FSI Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tahun ini. Demoday FSI sebelumnya telah sukses diselenggarakan di Bali pada Mei 2017 dan di Yogyakarta Oktober 2016.

Bekraf menyaring 30 dari 150 pengusaha rintisan (startup) kuliner demoday Yogyakarta, Bali, dan Bandung untuk dipertemukan kembali di Jakarta pada September mendatang.

“Bekraf berupaya mempertemukan 30 startup kuliner pilihan demoday Jogja, Bali, dan Bandung dengan lebih banyak investor di Jakarta September ini,” ucap Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Rabu (19/7).

Demoday FSI berbentuk kompetisi dan konferensi kesiapan inovasi dan investasi startup kuliner. Pada demoday FSI, Bekraf memperkuat ekosistem startup kuliner Indonesia, meningkatkan kapasitas startup kuliner melalui mentoring, pitching, dan talkshow dengan ahli kuliner nusantara sebagai narasumber, serta memperbesar peluang startup kuliner Indonesia mendapatkan investasi dari investor.

“Demoday FSI 2016 adalah pilot project yang sukses kami gelar. Sehingga, tahun ini kami selenggarakan di dua kota. Harapannya, lebih banyak food startup yang bisa mendapatkan investasi investor,” imbuh Fadjar. 

Bekraf menerima lebih dari 2.000 pendaftar dari demoday Yogyakarta, Bali, dan Bandung. Terpilih 50 startup kuliner dari masing-masing kota untuk bergabung pada demoday. Selama tiga hari, para startup kuliner menghadiri talkshow, mentoring bersama dengan mentor, dan pitching di hadapan dewan juri yang berasal dari ahli kuliner nusantara dan investor.

Bekraf memfasilitasi 50 startup kuliner pada demoday FSI Bandung ini untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kualitas produk melalui mentoring dan program pitching serta bertemu investor sebagai pemilik modal non perbankan.

Penyaluran modal dari investor bisa digunakan untuk mengembangkan produk dan jasa kreatif startup kuliner yang memiliki potensi pasar yang besar. “Demoday FSI melebihi ekspektasi kami, antara lain terciptanya kolaborasi antar startup kuliner pada kreativitas produk mereka,” pungkas Fadjar.

Startup kuliner yang memperoleh pendanaan dari investor selaku pemilik modal non perbankan, diharapkan mampu meningkatkan aset, pendapatan, dan daya saing yang berkualitas sehingga meningkatkan eksistensi produk kreatif.

Salah satu dari top ten startup kuliner demoday FSI Bali, Doddy Hidayat, founder Rocket Pizza mengakui bahwa ia berkolaborasi dengan startup kuliner lain melalui FSI yaitu pizza gulung rasa rendang. Doddy menuturkan bahwa sebagai mitra binaan Bekraf cukup membantu dalam mengembangkan usaha di bidang pemasaran usaha. "Harapannya bisa dibantu dalam permodalan," ucap Doddy.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×