kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bizom Bantu Pertumbuhan FMCG dan CPG hingga 10 Kali Lipat


Rabu, 25 Januari 2023 / 11:54 WIB
Bizom Bantu Pertumbuhan FMCG dan CPG hingga 10 Kali Lipat
ILUSTRASI. Bizom


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bizom, platform ritel intelijen terbesar di dunia, kini telah memperluas lingkup operasinya ke Indonesia dengan meluncurkan sebuah platform Route-to-Market (RTM) lengkap untuk industri barang konsumsi.

Penyedia akan meneruskan jalur yang telah ditekuni oleh para platform teknologi visionernya dengan serius berinvestasi untuk membangun teknologi yang disesuaikan dengan keunikan pasar Indonesia. Strategi membangun pasar lokal ini telah membawa kesuksesan yang besar bagi Bizom. Dengan mengadopsi pendekatan yang sama, perusahaan memprediksi pertumbuhan 10 kali lipat bagi brand yang ingin bekerja sama.

“Misi Bizom adalah membantu bisnis menghadirkan produk yang tepat bagi konsumen yang sesuai dengan harga yang pas. Obsesi kami terhadap misi ini telah mengarahkan kami untuk membangun satu-satunya platform Route-to-Market terintegrasi, sebuah pilihan bagi para pemimpin di industri barang konsumsi (FMCG dan CPG)," kata Lalit Bhise, CEO & Co-founder Bizom dalam keterangannya, Rabu (25/1).

"Dengan meluncurkan diri di pasar Indonesia, kami berkomitmen untuk mengubah seluruh jaringan pasokan FMCG dari brand, ke distributor, hingga pengecer,” lanjutnya.

Baca Juga: East Ventures Investasi di Startup Manufaktur Imajin

Meski Indonesia dikatakan siap untuk menumbuhkan industri ritelnya hingga sebesar US$ 294.37 miliar pada tahun 2026, ada kekhawatiran akan penurunan konsumsi rumah tangga akibat kenaikan harga dan inflasi. 

Namun, FMCG dan CPG dapat mengimbangi tantangan ini dengan solusi mobilitas dan kecerdasan buatan yang akan memungkinkan brand untuk melakukan distribusi secara efisien dan membuat produk yang berkualitas dan terjangkau bagi para konsumen. 

Platform intelijen ritel end-to-end Bizom menunjang pembaharuan fitur seperti D2C, penjualan omnichannel dan koneksi langsung ke pengecer yang dapat menjadi inovasi bagi bisnis di Indonesia agar mampu bertahan dan tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi industri.

Solusi penjualan dan distribusi yang ditawarkan Bizom telah mendigitalisasi rantai pasokan (supply chain) dari lebih 550 CPG yang terkoneksi dengan 7.5 juta pengecer. Solusi utamanya ditargetkan untuk meningkatkan ketepatgunaan dan efisiensi saluran distribusi sembari membangun dasar sistem penjualan yang berkelanjutan.

Dengan teknologi perusahaan yang membentuk kembali sistem penjualan oleh brand barang konsumsi ternama di Asia Tenggara, Lalit sangat optimis tentang implementasi intelijen ritel di Indonesia. 

“Laju adopsi media komunikasi digital itu sangat tinggi di Indonesia dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Karena solusi kami tersedia dalam bahasa regional dan memiliki antarmuka pengguna yang mudah dipahami, laju adopsi ini juga secara konsisten mengalahkan ekspektasi kami di 30 lebih negara yang telah menerapkan solusi kami,” katanya.

Baca Juga: Potensi Wisata Bikin Bobobox Berekspansi

Bizom juga menyediakan pilihan uji coba satu bulan gratis untuk brand dan distributor FMCG atau PCG yang ingin mengoptimalkan proses penjualan dan distribusinya. Kecerdasan ritel Bizom telah memobilisasi perusahaan seperti Hershey’s, Philips, Godrej Consumer Products, Olam, Shell, serta AbinBev. 

Dengan keahliannya di enam belas sektor ritel berbeda, brand dan distributor barang konsumen Indonesia akan mendapatkan akses ke strategi dan taktik bisnis terbaru untuk memenangkan lebih banyak pelanggan di pasar.

Selanjutnya: Pedagang Obligasi Hedge Proyeksi The Fed Kerek Suku Bunga Terakhir di Pekan Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×