kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.005,32   -2,97   -0.29%
  • EMAS991.000 1,02%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Buah Boleh Kering, Tapi Fulus Harus Terus Basah Bagi Herbor.id


Sabtu, 05 November 2022 / 10:00 WIB
Buah Boleh Kering, Tapi Fulus Harus Terus Basah Bagi Herbor.id


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak sedikit orang yang memulai usaha di saat pandemi Covid-19. Misalnya saja Upit Pitrianingsih yang membuka usaha dehydrated fruits atau buah yang dikeringkan lewat dehidrator dengan bendera Herbor.id.

Usaha tersebut tidak terlepas dari munculnya kebutuhan suplemen dan makanan sehat di kala pandemi untuk menjaga daya tahan tubuh. Pada saat bersamaan, ada pembatasan mobilitas untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Dari sinilah usaha Mak Upit, panggilan akrab Upit berjalan. Ia mempunyai ide membuat lemon kering sebagai bahan baku minuman dehidrator. 

Gagasan tersebut muncul tatkala melihat saudaranya yang punya perkebunan buah lemon tidak bisa memasarkan ke perkotaan imbas pembatasan mobilitas. Sudah begitu, buah lemon tentu tidak bisa bertahan lama dan bisa busuk jika lama disimpan.

"Jadi saya punya ide bikin lemon kering," katanya ke KONTAN (21/10).

 Kebetulan dirinya yang bekerja jadi karyawan, saat pandemi punya banyak waktu luang lantaran lebih banyak menghabiskan waktu bekerja di rumah atau work from home (WFH).

Baca Juga: Mencuil pasar saat pandemi, Sayuranch Kitchen fokus bisnis makanan berbahan sayur

Ia pun mulai melakukan beragam riset lewat bermacam jurnal ilmiah sambil melakukan uji coba membuat buah kering. 

Hingga akhirnya ia mendapatkan formula yang pas untuk membuat buah kering berdasarkan jenis buah. Misalnya saja untuk lemon dan lainnya.

Setelah mendapatkan formula yang cocok, dengan modal Rp 150.000, Upit membeli dua kilogram buah lemon dari saudaranya. Tak disangka, respon pasar langsung positif. Apalagi kebutuhan makanan dan minuman sehat tengah melonjak.

Pelan namun pasti, omzet dari jualan buah kering untuk minuman kesehatan makin menanjak. Upit mengklaim, dirinya pernah meraup omzet hingga Rp 50 juta sebulan dari usaha yang dimulai awal 2022 ini. 

Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari peran pemasaran digital yang ia lakoni. Upit langsung memasarkan produknya di beragam platform e-commerce yang ada. Tak hanya itu, ia juga membuka jaringan penjual atau reseller untuk melancarkan usahanya. Hingga kini ia sudah menggaet sebanyak 300 reseller.

Setelah pandemi berkurang, laju bisnis Herbor.id masih terus sehat. Hal ini tidak terlepas dari upaya Upit yang terus mengembangkan buah kering tidak hanya fokus di lemon. Kini dirinya sudah menyediakan jeruk Sunkist kering, kiwi kering, dan stroberi.

"Ini sesuai permintaan pasar," sebutnya.

Tak hanya itu, buah kering besutannya ternyata juga menarik perhatian hotel dan kafe-kafe. Tapi bukan untuk dijadikan minuman kesehatan, tetapi sebagai  hiasan atau produk kerajinan.

Melihat potensi tersebut, ia akan memperluas pasar produknya ke pasar ritel. Dus, Upit tengah menjajaki kerja sama dengan Bos Food milik Bulog

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×