kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Budidaya dan potensi bisnis dari pohon Tabebuya (bagian 2)


Minggu, 10 Februari 2019 / 15:24 WIB
Budidaya dan potensi bisnis dari pohon Tabebuya (bagian 2)

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pohon Tabebuya berasal dari negeri Samba, Brasil. Pohon peneduh ini memiliki bunga berbentuk terompet sehingga kerap dijuluki trumpet tree.

Warna bunganya sangat beragam, ada merah muda (pink), merah, putih, kuning, atau magenta. Secara umum, pohon Tabebuya yang banyak ditanam di Indonesia berbunga kuning dan pink. "Yang diincar pembeli itu memang bunganya," kata Faisal Sofyan, pembudidaya pohon Tabebuya asal Bogor.


Ia menjelaskan, saat musim bunga mekar, daun Tebebuya bakal rontok dan digantikan dengan bunga. Sehingga di periode tersebut, komposisi bunga mekar di pohon Tebebuya lebih dominan ketimbang daun.

Selain tampilannya didominasi oleh bunga, pohon ini juga memiliki keunggulan lain yakni mudah beradaptasi dalam segala kondisi cuaca.

Pohon peneduh ini juga memiliki ketahanan hidup yang tinggi, dapat tahan dalam kondisi kekeringan dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah. "Tabebuya salah satu pohon yang kuat, bisa tumbuh dimanapun. Asalkan masih di daerah tropis dengan suhu standar, bukan ekstrem," jelasnya.

Mukti Dwi, pembudidaya pohon Tabebuya asal Sawangan, Depok, Jawa Barat juga merasa membudidayakan dan merawat Tabebuya tidaklah sesulit pohon peneduh lain. Tabebuya hanya perlu rutin disiram dan dipupuk saja.

Yang perlu diperhatikan penyiraman harus rutin dilakukan dua kali sehari, terutama saat pohon masih setinggi satu meter hingga enam meter. Setelah enam meter, intensitas penyiraman bisa dikurangi. Sebab jika kebanyakan air, bisa membuat pertumbuhan Tabebuya menjadi lama. "Nah, kalau tingginya sudah di atas delapan meter tidak perlu disiram," sarannya.

Mukti bilang pemupukan hanya dilakukan sekali saja saat awal penanaman bibit. Namun jika ingin Tabebuya cepat tumbuh dan berbunga, pemupukan bisa dilakukan rutin setiap 3 bulan sekali. "Makin rutin dipupuk, biasanya makin cepat tumbuh dan berbunga. Pupuknya diusahakan pakai pupuk kandang atau kompos," jelas Mukti.

Lebih jelasnya, awali dengan pupuk yang mengandung unsur nitrogen (N) tinggi, untuk membentuk tunas dan cabang baru. Setelah itu lakukan pemupukan fosfor (P) untuk merangsang pertumbuhan bunga.

Untuk pembibitan, bisa dilakukan melalui biji. Caranya, biji yang telah jatuh dari pohon, dibuka kulitnya. Kemudian, dikeringkan di bawah terik matahari hingga benar-benar kering.

Lantas simpan di tempat kering minimal selama sebulan. Kemudian biji ini bisa disemai di campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. "Jika sudah tumbuh tunas, bibit Tabebuya bisa dipindahkan," jelas Faisal.

Mukti menjelaskan, tanaman bernama latin Handroanthus Chrysotrichus ini berbunga saat tingginya lebih dari empat meter. Untuk mencapai tinggi tersebut, butuh waktu sekitar 8 bulan sampai 1,5 tahun. Umumnya, musim bunga Tabebuya sendiri berlangsung saat musim kemarau.

(Selesai)


Tag


TERBARU

Close [X]
×